Kompas.com - 28/06/2018, 08:04 WIB

KOMPAS.com – Pertengahan bulan ini, ada sebuah kejadian aneh di luar angkasa. Stasiun luar angkasa China, Tiangong-2, tiba-tiba keluar dari orbitnya pada 13 Juni 2018 dan mendekat ke bumi selama 10 hari.

Manuver ini membuat banyak pakar kebingungan, tetapi pemerintah China masih tutup mulut.

Menurut informasi orbit yang dipublikasikan oleh Komando Strategis AS dan astronom Harvard-Smithsonian Jonathan McDowell, Tiangong-2 turun dari ketinggian 390 kilometer yang merupakan orbitnya ke 295 kilometer. 10 hari kemudian, Tiangong-2 kembali ke orbitnya.

Pada saat kejadian, Tiangong-2 sedang dalam keadaan tidak sedang dihuni manusia. Data dari Komando Strategis AS juga menunjukkan bahwa stasiun luar angkasa ini sempat mengalami pembakaran dua kali ketika turun dan dua kali ketika naik.

Baca juga: China Buka Stasiun Luar Angkasa bagi Semua Anggota PBB, Ini Maknanya

Alhasil, gerakan ini membuat banyak orang berspekulasi bahwa Tiangong-2 mungkin akan segera dipensiunkan dengan cara yang lebih terkontrol daripada Tiangong-1.

Seperti diketahui, Tiangong-1 lepas kontrol dan jatuh ke bumi pada April tahun ini. Stasiun luar angkasa pertama China tersebut sempat menimbulkan ketakutan global, walaupun pada akhirnya ia jatuh di tengah-tengah lautan tanpa melukai siapa pun.

Melalui akun resminya di Twitter, McDowell mengatakan, dugaan terbaikku menurut data adalah TG-2 (Tiangong-2) mendorong dirinya kembali pada 01.17 dan 02.02 Waktu Universal Terkoordinasi pada Juni 22, untuk total delta-V 56 meter per detik, dan penggunaan pendorong sebanyak 144 kilogram.

Baca juga: China Luncurkan Satelit untuk Selidiki Sisi Jauh Bulan

“Mungkin (Tiangong-2) hanya sedang menguji keandalan mesin laboratorium luar angkasa setelah mengorbit selama 2 tahun, sebagai bagian dari uji akhir hidup,” tulisnya.

Selain itu, McDowell juga menduga bahwa Kantor Teknik Luar Angkasa China (CMSEO) mungkin sedang mengumpulkan data uji di orbit. Data ini akan sangat berguna bila Tianhe menggunakan sistem penggerak yang sama dengan Tiangong-2.

Tianhe merupakan tujuan utama China. Stasiun luar angkasa modular ini akan dilengkapi dengan sistem pendukung kehidupan, kemampuan untuk menerima wahana luar angkasa lain, dan dapat diisi ulang.

Namun, sebelum Tianhe bisa diluncurkan pada 2022, CMSEO harus sudah selesai melakukan uji coba pada seluruh teknologi di Tiangong-2.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.