Melihat Buaya, Begini Langkah agar Terhindar dari Serangan

Kompas.com - 18/06/2018, 19:05 WIB
Buaya muara sepanjang 3 meter yang sempat menyerang warga Mamolo Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Buaya yang sempat ditangkap ini kemudian dilepas warga. KamaruddinBuaya muara sepanjang 3 meter yang sempat menyerang warga Mamolo Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Buaya yang sempat ditangkap ini kemudian dilepas warga.

KOMPAS.com - Konflik buaya dan manusia kembali terjadi di Indonesia. Kali ini seorang warga di Nunukan, Kalimantan, mengalami luka-luka setelah diserang seekor buaya muara atau Crocodylus porosus.

Menurut Amir Hamidy, ahli herpetologi dari Lembaga Ilmu Pengatahuan Indonesia (LIPI), buaya merupakan tipe hewan teritorial. Artinya, pejantan buaya akan melindungi atau menjaga daerah kekuasaannya dari ancaman luar.

"Sangat mungkin populasi buaya muara di Kalimantan meningkat dan secara alami buaya-buaya akan mencari daerah kekuasaan baru," kata Amir kepada Kompas.com Senin (18/6/2018).

"Mungkin, daerah kekuasaan baru itu dekat dengan permukiman atau lokasi aktivitas sehari-hari manusia," imbuh Amir.

Baca juga: Mengenal Ular Sanca Batik, Predator yang Makan Manusia di Sulawesi

Amir mengatakan, dua tahun terakhir sejumlah ahli sedang melakukan penelitian terhadap buaya muara di Kalimantan. Salah satu tujuan penelitiannya untuk mengetahui populasi buaya di sana.

"Berdasar laporan yang diperoleh, baik dari warga atau media, kasus konflik buaya-manusia dalam lima tahun terakhir meningkat. Apakah itu berarti populasi buaya muara di Indonesia bertambah banyak? Tentunya akan terus didalami," katanya.

Mencegah konflik

Untuk mencegah konflik antara manusia dan buaya, Amir menyarankan masyarakat bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk mengetahui lokasi habitat buaya dan memberikan tanda peringatan agar tidak mendekat ke lokasi tersebut.

"Apabila sudah pernah ada kasus konflik atau pernah melihat keberadaaan buaya, lebih baik BKSDA setempat dan masyarakat memasang rambu-rambu peringatan bahwa area tersebut berbahaya untuk aktivitas manusia," katanya.

Selain itu, masyarakat harus mengenal sifat atau perilaku buaya untuk mencegah terjadinya konflik.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X