3 Triliun Ton Es di Antartika Mencair dalam 25 Tahun, Apa Dampaknya?

Kompas.com - 15/06/2018, 13:47 WIB

KOMPAS.com - Antartika terus mencair dengan kecepatan yang merisaukan. Terhitung sejak 1992, Antartika telah kehilangan tiga triliun ton es.

Hal tersebut dibuktikan 84 pakar yang mempelajari dampak peningkatan suhu bumi terhadap Antartika selama 1992 sampai 2017 lewat analisis data dari tiga jenis pengukuran satelit yang mengukur perubahan es dari waktu ke waktu.

Dalam laporan yang terbit di jurnal Nature Research Rabu (13/6/2018), terungkap sejak 2012 hingga saat ini Antartika kehilangan es tiga kali lebih cepat dibanding sebelumnya. Kurang lebih 241 miliar ton es hilang setiap tahunnya.

Ahli juga mengungkap, hilangnya es selama 25 tahun berimbas pada kenaikan air laut sekitar delapan milimeter. 40 persennya, atau kenaikan air laut sekitar tiga milimeter terjadi dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Ngarai Raksasa di Antartika

Permukaan air laut naik menjadi delapan milimeter mungkin terdengar tidak banyak. Namun, survei sebelumnya pernah mengungkap lapisan es di Antartika tidak akan terpengaruh perubahan iklim sama sekali.

Jika terjadi perubahan di Antartika, artinya lapisan es di benua itu tidak lagi dapat menahan pemanasan seperti yang pernah dipikirkan sebelumnya.

"Petunjuk dari catatan geologis menunjukkan perubahan iklim menyebabkan hilangnya es di Antartika jauh lebih cepat daripada saat periode hilangnya es di masa lalu," ujar profesor observasi Bumi dari Universitas Leeds, Inggris, Andrew Shepherd, kepada Live Science, dilansir Rabu (13/6/2018).

Dilansir VOA Indonesia, Shepherd dan timnya memperkirakan mencairnya es di Antartika dapat menaikkan permukaan laut sampai 16 sentimeter di seluruh dunia menjelang akhir abad ini.

Baca juga: Perubahan Iklim Akan Paksa 143 Juta Orang untuk Pindah

Penelitian ini adalah alah satu dari lima laporan Antartika yang dirilis secara bersamaan.

Semua laporan adalah hasil evaluasi perbandingan kondisi Antartika di masa lalu dan saat ini sebagi dampak perubahan iklim dan aktivitas manusia di benua itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.