Setelah Usia 30, Kita Cenderung Bertahan dengan Lagu Lama - Kompas.com

Setelah Usia 30, Kita Cenderung Bertahan dengan Lagu Lama

Kompas.com - 11/06/2018, 20:00 WIB
Goo Goo Dolls saat menyanyikan lagu Iris di panggung Java Jazz Festival yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu (4/3/2018).
KOMPAS.com/ Ira Gita Sembiring Goo Goo Dolls saat menyanyikan lagu Iris di panggung Java Jazz Festival yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu (4/3/2018).

KOMPAS.com - Menjelang usia 30 tahun, disadari atau tidak kita lebih tertarik mendengarkan musik favorit saat masih remaja.

Kesukaan mendengarkan musik saat masih remaja tak hanya dialami kita, tetapi juga kakek nenek dan orangtua kita.

Bagi para ilmuwan, hal ini dapat dijelaskan secara ilmiah.

Baca juga: Awas, Kebiasaan Dengar Musik Kencang Pakai Earphone Bikin Tuli

Sebuah survei terbaru dari layanan streaming musik Deezer belum lama ini meminta 1.000 penggunanya untuk memberikan daftar musik yang sering didengarkan.

Dari survei ini, mereka menemukan responden cenderung mengalami "paralisis musikalis" sekitar usia 30 tahun.

Ini artinya responden cenderung berhenti mendengarkan penyanyi atau genre baru dan lebih memilih musik yang mereka kenal sejak lama.

Hasil analisis data menunjukkan, puncak usia untuk mengeksplorasi lagu umumnya saat berusia sekitar 24 tahun dan perempuan umumnya mengalami puncak eksplorasi setahun lebih awal.

Di usia tersebut, hampir 75 persen responden mengaku mendengarkan 10 lagu baru setiap minggunya, dan 64 persen mengaku mendengarkan lima atau lebih penyanyi baru seiap bulannya.

Survei kecil ini kemudian akan mengarahkan kita pada banyak temuan sebelumnya yang mencatat bagaimana manusia cenderung kurang terbuka dengan pengalaman baru seiring bertambahnya usia.

Sebuah penelitian terdahulu menemukan keterbukaan terhadap pengalaman baru meningkat saat masa remaja dan menurun setelah awal usia 20-an.

Dilansir IFL Science, Jumat (8/6/2018), terbuka terhadap pengalaman baru adalah salah satu dari lima sifat dasar kepribadian yang menunjukkan rasa keingintahuan, preverensi pada variasi, apresiasi terhadap estetika, dan keingintahun mengalami hal-hal baru.

Para ahli membuktikan, sifat-sifat itu akan menurun seiring bertambahnya usia. Ini termasuk musik pilihan kita cenderung lebih kaku seiring bertambahnya usia.

Baca juga: Belajar Bahasa dan Musik Bikin Otak Lebih Sehat, Ini Alasannya

Diberitakan The New York Times, ilmuwan data Seth Stephens-Davidowitz mengatakan lagu-lagu yang populer saat masih remaja, khususnya saat berusia 11 dan 14 tahun, adalah lagu yang paling sering didengar.

Lebih lanjut, hal ini dirasakan oleh seluruh usia dan jenis kelamin.

Selain dipengaruhi kemampuan preferensi musik yang puncaknya saat masa remaja, kemungkinan hal ini juga dipengaruhi oleh unsur nostalgia yang menyenangkan.

Bahkan para ahli menyebut, setelah usia 30 tahun rata-rata manusia hanya akan mendengarkan tiga band atau penyanyi sampai hari tua.



Close Ads X