Kompas.com - 06/06/2018, 12:31 WIB
Kuskus beruang Sulawesi pertama yang lahir di penangkaran bersama induknya di Kebun Binatang Wroclaw, Polandia. Foto ini diambil pada 5 Juni 2018 oleh Kebun Binatang Wroclaw. Kuskus beruang Sulawesi pertama yang lahir di penangkaran bersama induknya di Kebun Binatang Wroclaw, Polandia. Foto ini diambil pada 5 Juni 2018 oleh Kebun Binatang Wroclaw.


KOMPAS.com - Indonesia juga memiliki hewan marsupialia atau hewan berkantong endemik. Namanya kuskus beruang sulawesi (Ailurops ursinus).

Bagi masyarakat Sulawesi, kuskus beruang lebih dikenal dengan sebutan memu. Tak hanya endemik, hewan satu ini tergolong langka dan masuk kategori rentan punah.

Ada beberapa kebun binatang di dunia yang merawat kuskus beruang asal Sulawesi ini, salah satunya kebun binatang Wroclaw, Polandia.

Baru-baru ini, staf di kebun binatang Wroclaw menyadari kuskus beruang yang tinggal di sana telah melahirkan bayi. Hal ini diketahui ketika staf melihat pergerakan dari dalam kantong kuskus dewasa.

Baca juga: Indonesia, Rumah dari 6 Spesies Penyu Langka Dunia

Sama seperti hewan marsupialia lain, kuskus beruang juga melahirkan anak di dalam kantong. Jika sudah cukup besar, anak kuskus akan ke luar dari kantung  dimulai dari mengeluarkan ekornya.

"Mungkin bayi kuskus sudah lahir sejak beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan sebelumnya. Selama ini kita tidak melihat kantongnya bergerak, dan tiba-tiba ada ekor muncul dari sana," kata Radoslaw Ratajszczak, direktur Kebun Binatang Wroclaw, Polandia kepada AFP, Selasa (5/6/2018).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menyebut ini adalah kali pertama ada spesies langka yang lahir di penangkaran tempatnya bekerja.

Menurut Ratajszczak, saat bayi kuskus beruang lahir ukurannya hanya sebesar kacang. Mungkin bayi kuskus sudah ada di kantong induknya sejak enam bulan lalu, sehingga kini ia sudah lebih besar dan mulai menampakkan diri.

Meski beberapa kali bayi kuskus terlihat, staf kebun binatang belum memiliki kesempatan untuk melihatnya dari dekat.

"Kami belum menamainya karena kami juga belum tahu jenis kelaminnya," imbuhnya.

Spesies rentan punah

Hanya ada sedikit informasi tentang hewan marsupialia ini. Terlebih jumlahnya di alam liar semakin berkurang karena diburu penduduk setempat.

Menurut daftar merah IUCN, kukus beruang Sulawesi terdaftar sebagai spesies rentan punah.

Populasinya diprediksi akan mengalami penurunan lebih dari 30 persen dalam dekade berikutnya.

Hal ini disebabkan tingginya penggundulan hutan yang menghilangkan habitat mereka dan perburuan oleh manusia.

Ratajszczak seorang ahli biologi yang telah menerbitkan beberapa buku tentang spesies langka juga menyebut sifat kuskus beruang membuatnya menjadi sasaran empuk bagi para pemburu.

"Mereka adalah pemakan daun yang bertengger di cabang-cabang pohon sepanjang hari, dan penduduk setempat melihat mereka sebagai makanan yang lezat," katanya.

Baca juga: Orangutan Tapanuli Masuk 10 Besar Spesies Baru Tahun Ini

Menurut Ratajszczak, ada enam spesies kuskus beruang Sulawesi yang tinggal di Eropa. Tiga di antaranya hidup di Kebun Binatang Wroclaw, sepasang kuskus yang berpotensi kawin tinggal di Kebun Binatang Usti nad Labem, Republik Ceko dan satu lagi di kebun binatang Belgia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.