Kompas.com - 05/06/2018, 18:34 WIB
ratu semut L.niger ANTCENTER, POLANDratu semut L.niger

KOMPAS.com - Sudah jamak diketahui bahwa semut punya kasta dalam koloninya. Mulai dari semut pekerja, tentara, drone, dan ratu semut.

Ratu semut banyak dikenal sebagai "ibu" dari semua semut lain dari sebuah koloni. Hal ini terkait dengan fungsi dan peran tunggal ratu semut, yaitu bereproduksi.

Artinya, sepanjang hidupnya, tugas dari sang ratu adalah kawin dan menghasilkan semut-semut lain sebagai pekerja atau tentara.

Namun, siapa sangka proses kawin ini punya manfaat khusus bagi ratu semut, yaitu meningkatkan kekebalan tubuhnya.

Hal ini ditemukan oleh tim peneliti dari Swiss dan Panama dalam sebuah percobaan. Mereka mencoba mengamati kekebalan tubuh dari hewan invertebrata.

Untuk itu, mereka mengamati ratu semut dari dua spesies semut berbeda yang memiliki cukup waktu membangun kekebalan. Kedua spesies tersebut adalah Lasius niger dan Formica selysi.

Kedua spesies tersebut diamati karena ratu semutnya bisa bertahan hidup lebih dari 20 tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya, masing-masing spesies dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu "putri perawan" dan ratu yang pernah kawin dengan drone jantan dan telah menyimpan hasil perkawinan dalam "kantong sperma".

Selanjutnya, para peneliti membudidayakan jamur yang di alam liar bisa membunuh serangga dalam waktu seminggu.

Peneliti kemudian memberi dosis rendah jamur tersebut pada masing-masing ratu. Seminggu kemudian, peneliti memberikan dosis tinggi.

Baca juga: Semut Heroik, Ledakan Diri untuk Lindungi Koloninya

Hal ini dilakukan sebagai semacam vaksinasi. Dosis rendah bakteri atau virus diberikan untuk membangun ketahanan organisme terhadap patogen yang sama dengan dosis lebih tinggi.

Dirangkum dari National Geographic, Selasa (05/06/2018), hasilnya menunjukkan, bahwa hanya kelompok ratu semut L. niger yang mendapat kekebalan dari proses "vaksinasi".

Namun, pada kedua spesies, ratu yang pernah kawin bisa bertahan hidup lebih baik dari pada "putri perawan".

temuan ini menunjukkan perkawinan ratu semut dengan drone bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.

Untuk diketahui, ratu semut kawin dengan drone di udara. Drone akan memasukan aedeagus (analog penis) ke saluran reproduksi betina dan menyetor sperma.

Dirangkum dari Live Science, Rabu (26/06/2013), sperma akan berjalan ke spermatheca (kantong sperma) betina. Sperma yang tersimpan inilah yang digunakan ratu semut untuk bereproduksi selama sisa hidupnya.

Artinya, meskipun hanya kawin sekali, ratu semut bisa tetap bertelur dan menghasilkan semut-semut lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.