Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/06/2018, 12:21 WIB

KOMPAS.com - Salah satu masalah lingkungan yang kita hadapi saat ini adalah sampah plastik. Padahal kita tahu, untuk menghancurkan plastik dibutuhkan waktu puluhan tahun.

Faktanya ada tambahan sekitar 300 juta ton sampah plastik dari berbagai penjuru dunia, dan 8 juta tonnya berakhir di laut. Tak hanya mencemari laut, hal ini juga membahayakan kehidupan bawah laut.

Kecuali tindakan drastis diambil, para peneliti memprediksi ada lebih banyak sampah plastik daripada ikan di lautan saat 2050 nanti.

Hal inilah yang menguatkan Komisi Uni Eropa untuk melarang produk-produk plastik sekali pakai, termasuk sedotan plastik, piring, dan alat makan lainnya.

Sebagai gantinya, pihaknya memberi alternatif ramah lingkungan, bahkan beberapa ada yang bisa dimakan.

Baca juga: Ribuan Sampah plastik Ada di Titik Terdalam Lautan, Ini Artinya

Alat makan yang bisa dimakan

Binatang laut sering menelan sedotan plastik. Demi perlindungan lingkungan, kita bisa menggunakan alat makan yang juga bisa dimakan. Ada beberapa perusahaan dunia yang sudah bergerak untuk mulai memproduksinya.

Di Jerman, perusahaan Wisefood mengembangkan sedotan semacam itu dari sari jus apel, ada pula garpu yang bisa dimakan bikinan perusahaan India Bakey, atau alat makan dari tepung kentang buatan perusahaan AS SpudWares.

Jika hal seperti ini belum masuk ke Indonesia, kita bisa ikut ambil bagian dengan menggunakan alat makan yang dapat dicuci dan dipakai lagi. Mulai dari sendok, piring, gelas, bahkan sedotan yang terbuat dari kaca atau aluminium.

Murni dari bahan organik

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+