Kompas.com - 26/05/2018, 17:00 WIB

KOMPAS.com - Tak lagi menyandang status planet sejak 2006, Pluto tetap menyimpan daya tarik. Temuan terbaru menyebut Pluto terlahir dari kumpulan komet yang berjumlah miliaran.

Kesimpulan ini didapat ilmuwan Southwest Research Institute (SwRI) yang meneliti komposisi kimia Pluto. SwRI menggabungkan data milik NASA dan European Space Agency (ESA).

Beberapa dekade lalu para ahli masih percaya lahirnya Pluto sama seperti delapan planet lain. Mulai dari inti batuan yang terbentuk di tengah-tengah gas dan batu, kemudian terus membesar hingga membentuk Pluto.

Namun, sejak adanya temuan di tahun 90-an, peneliti sadar ada banyak objek-objek es kecil lain seperti Pluto di sabuk Kuiper, tempat Pluto berada.

Baca juga: Ilmuwan NASA Pikir Pluto Harus Menjadi Planet Lagi

Dari hasil pengamatan SwRI yang diterbitkan dalam jurnal Icarus minggu ini, mereka menyebut ada kemiripan antara Pluto dengan Comet 67P/Churyumov-Gerasimenko. Ahli SwRI percaya, ini bukan kebetulan semata.

"Kami telah mengembangkan model kimiakosmologis yang kami sebut The Giant Comet dari formasi pembentukan Pluto," kata ahli geokimia Christopher Glein dari SwRI, dilansir Science Alert, Kamis (24/5/2018).

Sebelumnya para ahli berpendapat Pluto terdiri dari nitrogen yang berasal dari pendaratan komet di Pluto. Namun, dugaan ini menyusut didukung fakta kandungan nitrogen Pluto mencapai 98 persen.

Nitrogen di Pluto mirip dengan metana di Titan atau air di Bumi.

Dikarenakan viskositasnya rendah pada suhu permukaan Pluto, nitrogen dapat mengalir seperti gletser di Bumi dan mengikis batuan dasar yang mengubah bentuk lanskap Pluto.

Komposisi kimia mirip Matahari

Setelah melihat kemiripan komposisi kimia Pluto dengan komet, peneliti juga menyelidiki komposisi pembentukan Pluto, yakni es sangat yang komposisi kimianya mirip Matahari.

Saat merokonsiliasi jumlah karbon monoksida di atmosfer Pluto, mereka tidak dapat mendeteksi kandungan monoksida di sana.

"Penelitian kami menunjukkan susunan kimia awal Pluto terbuat dari komet yang dimodifikasi secara kimia oleh cairan yang mungkin ada di bawah permukaan Pluto," kata Glein.

Mereka menduga karbon monoksida yang hilang sebetulnya terperangkap, membeku di bawah permukaan Pluto.

Baca juga: Mungkin Ada Laut di Bawah Permukaan Beku Pluto

Bagi Glein dan koleganya, ini adalah penelitian awal yang akan membawa ke berbagai pertanyaan selanjutnya.

Misalnya, seberapa banyak melimpahnya nitrogen pada komet 67P, yang menjadi perwakilan komet lain atau peran yang dimainkan cairan air dalam evolusi volatil di Pluto.

"Penelitian ini berdasar pada kesuksesan misi New Horizons dan Rosetta yang memperluas pemahaman kita tentang asal usul dan evolusi Pluto," kata Glein.

"Dengan meneliti lewat komposisi kimia, kita dapat melacak bagian tertentu di Pluto hari ini untuk mengetahui pembentukan Pluto di masa lalu. Hal ini mengarah pada apresiasi baru terhadap kisah Pluto yang baru kita pahami sekarang," tutup Glein.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.