Jangan Salah, Molor di Akhir Pekan Ternyata Memperpanjang Umur

Kompas.com - 25/05/2018, 17:07 WIB
ilustrasi tidur ilustrasi tidur

KOMPAS.com - Dikarenakan berbagai kesibukan, Anda mungkin akan kekurangan tidur selama hari kerja dan molor di akhir pekan. Kebiasaan ini sering kali dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang.

Namun, rupanya kebiasaan mengisi akhir pekan dengan tidur bermanfaat bagi kesehatan. Demikian yang tercantum dalam Journal of Sleep Research garapan peneliti Swedia.

Kesimpulan ini mereka dapatkan seusai mendalami temuan dari penelitian sebelumnya pada tahun 1997.

Penelitian yang melibatkan 38.000 responden dewasa tersebut mengulas tentang korelasi kuantitas tidur dan tingkat kematian. Kelompok peserta berumur 65 tahun yang tidur kurang dari lima jam setiap hari ditemukan memiliki tingkat kematian yang 65 persen lebih tinggi daripada golongan peserta yang tidur cukup antara enam hingga delapan jam per hari.

Baca juga: Tidur Setelah Sahur Boleh, Asal...

Kini, para peneliti membuktikan kebenaran kesimpulan tersebut dengan menyelidiki nasib para partisipan berdasarkan daftar kematian nasional Swedia pada tahun 2010 

Hasilnya masih sama, kuantitas tidur tetap berpengaruh pada mortalitas responden.

Akan tetapi, para peneliti kali ini juga menemukan bahwa bila responden menebus kekurangan tidur mereka di akhir pekan, maka tidak ada peningkatan risiko kematian dibanding mereka yang tidur cukup di hari kerja.

Sebaliknya, para peneliti tidak menyarankan untuk tidur dengan waktu yang terlalu lama atau lebih dari delapan jam. Sebab, mereka yang tidur melewati durasi yang dianjurkan setiap harinya rentan mengalami kematian dini, bahkan risikonya 25 persen lebih tinggi.

Baca juga: Ini yang Terjadi pada Tubuh jika Tidak Tidur Beberapa Hari

“Hasilnya menunjukkan tidur pendek pada hari kerja bukan faktor risiko kematian bila dikombinasikan dengan tidur pada akhir pekan (dengan durasi) panjang atau menengah,” ujar peneliti dikutip IFL Science, Kamis (24/5/2018).

“Tandanya, tidur pendek di hari kerja dapat dikompensasi selama akhir pekan. Dan ini berimplikasi untuk (tingkat) kematian,” imbuh peneliti utama Torbjörn Åkerstedt dari Universitas Stockholm

Meskipun temuan ini terbilang memberi pengetahuan baru, penyempurnaan tetap dibutuhkan. Sebab, peneliti tidak mengobservasi langsung durasi tidur responden. Responden hanya melaporkan sendiri tentang lama tidur mereka, dan itupun cuma dilakukan sekali saja.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X