Kompas.com - 23/05/2018, 04:01 WIB

"Penelitian kami mengkonfirmasi bukti sebelumnya bahwa ekstrak daun teh dapat menjadi alternatif tidak beracun untuk membuat titik kuantum dengan mencampurkan senyawa kimia," kata Sudhagar Pitchaimuthu dari Swansea University dalam sebuah pernyataan dilansir Newsweek, Senin (21/5/2018).

"Menariknya, titik-titik tersebut secara aktif dapat menghambat dan menghancurkan sel kanker paru-paru. Kami tidak pernah membayangkan ini akan terjadi," imbuhnya.

Baca juga: Kopi dan Teh Tidak Dilarang bagi Penderita Batu Ginjal, asal...

Menurut Pitchaimuthu, titik kuantum adalah hal yang sangat menjanjikan untuk metode pengobatan baru.

Namun, kita masih harus menunggu hingga metode ini siap diterapkan pada manusia. Sebagai catatan, Pitchaimuthu dan timnya melakukan uji coba ini di laboratorium, bukan di tubuh manusia.

Selain kanker, ia berharap mungkin titik kuantum suatu saat nanti juga dapat digunakan untuk pembuatan krim matahari dan cat teater operasi antimikroba.

"Kami berencana mendirikan pabrik titik kuantum yang memungkinkan kami untuk mengeksplorasi lebih jauh," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.