Dahsyatnya Kotoran Kuda Nil, Bisa Membunuh Ikan-ikan di Sungai - Kompas.com

Dahsyatnya Kotoran Kuda Nil, Bisa Membunuh Ikan-ikan di Sungai

Kompas.com - 17/05/2018, 20:06 WIB
Dua kuda nil jantan tertangkap kamera berkelahi memperebutkan wilayah di sungai Chobe, Botswana.Caters News Agency/Daily Mail Dua kuda nil jantan tertangkap kamera berkelahi memperebutkan wilayah di sungai Chobe, Botswana.

KOMPAS.com – Pernahkah Anda mimpi tenggelam dalam kotoran? Bagi Anda, itu mungkin hanya sekadar mimpi. Namun, bagi ikan-ikan di sungai Mara, Afrika, bahaya ini benar-benar nyata.

Ikan-ikan di sungai ini telah berkali-kali meninggal dalam kondisi kehabisan napas karena kotoran kuda nil. Fenomena ini paling sering terjadi ketika sungai meluap akibat hujan deras.

“Bersama-sama, kuda nil di Sungai Mara mengeluarkan 8.500 kilogram materi tanaman yang baru sebagian dicerna ke sungai ini setiap hari,” ujar Emma Rosi, seorang pakar ekologi dari Cary Institute of Ecosystem Studies yang mempelajari fenomena ini selama tiga tahun.

Rupanya, ketika kuda nil buang air besar, kotoran mereka tenggelam ke dasar sungai. Kotoran ini kemudian membusuk.

Nah, pada saat inilah dua hal yang sangat membahayakan ikan terjadi.

Baca juga: Lebih dari 100 Kuda Nil Ditemukan Mati Mengambang, Apa Penyebabnya?

Pertama, bakteri yang mengonsumsi kotoran kuda nil menghabiskan oksigen di dalam air. Kedua, aktivitas mikroba ini menghasilkan amonium, hidrogen sulfida, metana, dan karbon dioksida. Campuran ini beracun bagi ikan.

Ketika hujan deras mengguyur kolam-kolam kuda nil, air pun meluap dan ikut mengontaminasi hilir sungai Mara yang menjadi habitat ikan. Kondisi ini menyebabkan hipoksia atau kekurangan oksigen yang bisa berakibat fatal bagi ikan.

Pakar ekologi di Universitas Yale, David Post, mengatakan, kotoran manusia, kekeringan, peternakan babi, atau kandang-kandang ternak bisa menyebabkan hipoksia. Tetapi, kami menunjukkan bahwa ini (hipoksia) juga bisa terjadi akibat satwa liar di sungai yang tidak diregulasi.

Tidak hanya sekadar bisa, para peneliti mencatat bahwa luapan air terjadi 55 kali dalam tiga tahun penelitian. 49 di antaranya menyebabkan penurunan kadar oksigen, dan 13 di antaranya membunuh ikan-ikan di sungai Mara.

Baca juga: Fenomena Langka, 2 Kuda Nil Selamatkan Wildebeest dari Buaya Ganas

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena fenomena ini merupakan sesuatu yang alami. Luapan air sungai tidak hanya membersihkan sungai Mara, tetapi ikan-ikan yang mati juga ,menjadi makanan bagi burung dan buaya yang hidup di area tersebut.

Malah, para peneliti beranggapan bahwa fenomena ini telah terjadi sangat lama dalam sejarah dan menggambarkan bagaimana ekosistem bekerja sebelum adanya aktivitas manusia.


Komentar
Close Ads X