Tato Pria Nyaris Bingungkan Dokter Saat Operasi, Ini Pelajarannya - Kompas.com

Tato Pria Nyaris Bingungkan Dokter Saat Operasi, Ini Pelajarannya

Kompas.com - 15/05/2018, 08:07 WIB
Mans play button tattoo almost creates huge surgery mishap

METRO GRAB taken from: http://casereports.bmj.com/content/2018/bcr-2017-223704.full.pdf

Credit: BMJ Case Reports Mans play button tattoo almost creates huge surgery mishap METRO GRAB taken from: http://casereports.bmj.com/content/2018/bcr-2017-223704.full.pdf Credit: BMJ Case Reports

KOMPAS.com - Seorang pemuda berumur 23 tahun di London mulanya tidak peduli dengan pernyataan bahwa tato bisa berdampak fatal bagi kesehatan dan nyawa seseorang. Hingga akhirnya, dia mengalami sendiri kejadian menegangkan yang mengubah pemikirannya itu.

Kisah pria tersebut dilaporkan dalam BMJ Case oleh dua dokter departemen kardiovaskuler Rumah Sakit St. George, London.

Pria yang enggan diungkap namanya ini akan dioperasi oleh dokter untuk menangani pneumotoraks di sebelah kanan.

Namun sebelum dioperasi, dokter perlu menandai bagian yang akan jadi target untuk pembedahan.

Nah, saat itulah kebingungan melanda. Sebab, sang pria rupanya punya tato bergambar ikon play (putar) di dada kirinya. Ikon tersebut berupa segitiga yang punya sudut lancip mengarah ke kiri.

Baca juga: Tato Terus Menempel dan Tak Bisa Hilang? Ini yang Terjadi pada Kulit

Hal ini dikhawatirkan bisa membuat dokter keliru mengoperasi bagian tubuh pasien karena salah membedakan tanda bagian yang harus dioperasi dan tato pasien.

Petugas medis pun buru-buru mengambil langkah cepat. Tanda insisi tersebut akhirnya digoreskan di lengan sebelah kanan pasien.

Pakai pena khusus, petugas medis dengan sengaja menggambar panah dengan garis panjang dan sudutnya mengarah ke bawah (ke bagian gelembung udara yang terbentuk antara paru-paru dan dinding dada).

“Kendati sempat memicu kegemparan di ruang anestesi dan ruang operasi, kejadian ini jadi pelajaran tentang proses penandaan yang tepat. Bagian dari lima langkah perioperatif dan berdasarkan daftar periksa keselamatan bedah WHO,” kata para peneliti dalam laporannya.

Sebab, kesalahan mengoperasi bagian tubuh bukan hal mustahil di meja operasi. Sehingga lebih baik dicegah, termasuk dari pihak pasien untuk tidak bikin tato yang bergambar aneh-aneh.



Close Ads X