Kebisingan Rendah, Baling-baling Pesawat Ini Segera Diuji Coba Uber

Kompas.com - 12/05/2018, 20:33 WIB
Beginilah rencana taksi terbang Uber yang akan diuji coba di Los Angeles pada 2020. Gambar ini terdapat dalam sebuah dokumen Uber yang dirilis pada 2016. UberBeginilah rencana taksi terbang Uber yang akan diuji coba di Los Angeles pada 2020. Gambar ini terdapat dalam sebuah dokumen Uber yang dirilis pada 2016.

DETROIT, KOMPAS.com — Uber Technologies menyatakan hari Selasa bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Angkatan Darat (AD) AS dalam sebuah penelitian tingkat lanjut untuk menciptakan teknologi baling-baling pesawat yang baru dengan tingkat kebisingan rendah, yang dapat dimanfaatkan untuk mobil terbang atau pesawat militer di masa depan.

Aliansi ini akan menyoroti berbagai upaya yang lebih intensif oleh Uber dan perusahaan-perusahaan lainnya untuk mengubah mobil terbang dari sebuah konsep fiksi ilmiah menjadi perangkat keras nyata untuk penduduk kota-kota megapolitan dimana mengemudi mobil telah menjadi sesuatu yang menjemukan dan memakan waktu.

Baca juga: Pasar Drone Naik, Huawei Uji Coba Taksi Terbang

Uber dan komando Penelitian, Pengembangan, dan Teknik AD AS menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka memperkirakan akan membelanjakan dana senilai $1 juta untuk mengembangkan dan menguji purwarupa dari sistem baling-baling yang akan digunakan dalam proses tinggal landas dan pendaratan vertikal dari sebuah kendaraan.

Sistem ini akan memiliki dua buah baling-baling, dimana satu baling-baling bertumpu di atas baling-baling lainnya, bergerak ke arah yang sama di bawah perintah perangkat lunak yang canggih.

Pendekatan ini, yang dikatakan oleh Uber dan AD AS belum pernah diterapkan dalam proses produksi pesawat terbang, dapat menghasilkan suara yang lebih senyap dibandingkan dengan sistem baling-baling bertumpuk konvensional.

“Berusaha untuk menghasilkan tingkat kebisingan yang amat rendah menjadi salah satu hambatan penting” terkait produksi taksi terbang di daerah perkotaan secara luas, ujar Rob McDonald, kepala rekayasa teknik untuk Uber Elevate, anak perusahaan yang akan mengoperasikan mobil terbang, dalam sebuah wawancara.

AD AS berkeinginan untuk mengembangkan drone nirawak generasi baru yang tidak membutuhkan landas pacu dan memiliki tingkat kebisingan yang lebih rendah dibandingkan dengan drone-drone yang ada saat ini, ujar Dr. Jaret Riddick, direktur dari Laboratorium Direktorat Teknologi Kendaraan yang berada di bawah AD AS.

AD AS semakin berpaling kepada kemitraan dengan berbagai perusahaan swasta untuk melakukan penelitian teknologi maju, ujar Riddick dalam sebuah wawancara.

Baca juga: Bikin Mobil Terbang, Uber Gandeng NASA

Uber merencanakan lebih banyak lagi aliansi dengan lembaga-lembaga pemerintah sejalan dengan tujuannya untuk meluncurkan purwarupa taksi udara menjelang tahun 2020, ujar Mark Moore, direktur rekayasa dan sistem pesawat udara Uber yang juga mantan peneliti di NASA, ujarnya dalam sebuah wawancara.

Uber telah membentuk sebuah kemitraan dengan NASA, badan antariksa milik pemerintah AS untuk mengembangkan perangkat lunak untuk mengelola jumlah pesawat dalam jumlah besar yang terbang di atas kota-kota, ujar Moore.

Uber adalah satu dari beberapa perusahan, termasuk produsen pesawat Boeing dan Airbus SE dan sebuah modal ventura yang didukung oleh salah satu pendiri Alphabet, Larry Page, yang berinvestasi dalam sebuah konsep pesat kecil, otomatis, dan dioperasikan dengan tenaga listrik yang dapat dimanfaatkan untuk mengangkut penumpang maupun barang di atas kota-kota yang padat.

Uber menyatakan pihaknya akan mengembangkan sistem baling-baling dengan tingkat kebisingan rendah dalam sebuah kolaborasi dengan Launchpoint Technologies Inc., sebuah perusahaan teknis di Goleta, California yang berfokus pada teknologi pesawat listrik dan hibrida.

Uber akan menyelenggarakan sebuah konferensi mengenai kendaraan-kendaran terbang pekan ini di Los Angeles.

Baca juga: Geely Mau Beli Produsen Mobil Terbang

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Oh Begitu
Studi: Virus Mencuri Kode Genetis Manusia, Ciptakan Gen Campuran Baru

Studi: Virus Mencuri Kode Genetis Manusia, Ciptakan Gen Campuran Baru

Oh Begitu
Es Berwarna Pink Muncul di Pegunungan Alpen, Fenomena Apa Itu?

Es Berwarna Pink Muncul di Pegunungan Alpen, Fenomena Apa Itu?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X