Kompas.com - 09/05/2018, 11:05 WIB

KOMPAS.com - Anjing merupakan salah satu hewan peliharaan yang mampu mengurangi stres pemiliknya.

Pasalnya, para pemilik kerap mencurahkan perasaan dengan berbicara kepada mereka. Selain itu, pelukan kepada anjing juga mampu melepaskan kepenatan yang dialami tuan si anjing.

Namun, pernahkah kita berpikir bagaimana dengan nasib anjing-anjing tersebut?

Apakah stres juga melanda hewan yang bisa menyalak itu? Apakah memang aman bagi mental anjing jika terus-terusan berada dalam dekapan manusia? Apalagi sekarang anjing juga dilibatkan untuk terapi mental bagi manusia.

Pertanyaan tersebut terjawab oleh studi garapan organisasi peduli hewan, American Human.

Baca juga : Pemilik Anjing, Tahukah Usia Pasti Hewan Kesayangan Anda?

Menurut penelitian yang terpublikasikan di Applied Animal Behavior Science; meski dibebani tanggung jawab bertumpuk, tidak ada tanda-tanda stres yang menyelimuti anjing.

Seperti yang dirangkum dari Science Alert, Sabtu (5/5/2018); Amy McCullough, peneliti utama riset tersebut mendapatkan temuan itu seusai menganalisis ludah anjing untuk mendeteksi hormon kortisol.

Hormon ini aktif tatkala manusia ataupun anjing tengah dihadapkan pada tekanan tidak menyenangkan.

Sampel air liur diperoleh dari 26 anjing yang diperbantukan di lima rumah sakit Amerika Serikat. Anjing-anjing tersebut sehari-hari diminta untuk menemani pasien kanker anak-anak.

jika hormon kortisol pada anjing tinggi, itu tandanya ia tidak nyaman bermain dengan anak-anak tersebut.

Baca juga : Ini Alasan Mengapa Anjing Sering Cari Perhatian di Depan Orang Asing 

Namun, rupanya sama sekali tidak ada gejala stres yang ditampakkan hewan yang dijuluki makhluk paling setia pada tuannya ini. Hormon kortisol masih pada tahap wajar, hanya naik pada saat tertentu seperti olahraga.

Teliti Perilaku

Untuk melengkapi hasil tersebut, peneliti juga mengobservasi perilaku anjing. Perilaku anjing benar-benar diamati apakah ada perubahan saat melayani tuannya.

Lagi-lagi, anjing sama sekali tidak menampakkan perilaku seperti merengek atau menjilat bibir. Sehingga bisa dikatakan, anjing jarang mengalami stres.

Kendati anjing tidak mengharap imbalan atas kebaikan dan kesetiannya, alangkah baiknya jika manusia paham untuk mencurahkan kasih sayang dan makanan yang cukup bagi anjing.

Sebab tidak mudah menjadi sahabat manusia tanpa mengalami stres sama sekali, begitu pesan peneliti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.