Kompas.com - 02/05/2018, 21:05 WIB
Beraneka warna bunga mawar potong yang dijual di Pasar Rawa Belong, Jakarta. KOMPAS.com/Tri WahyuniBeraneka warna bunga mawar potong yang dijual di Pasar Rawa Belong, Jakarta.

KOMPAS.com - Para peneliti telah sejak lama mencoba membuat varietas baru bunga mawar. Untuk tujuannya tersebut, mereka mencoba menguraikan kode DNA dari bunga mawar.

Penguraian tersebut akan membantu mereka untuk mengembangkan versi genetik dari bunga hias populer tersebut.

Dalam 36.377 gen yang diindentifikasi, tim menemukan pengkodean DNA dari berbagai karakteristik yang diinginkan.

Baca juga: Kenali Khasiat Bunga Mawar untuk Kesehatan

"Ada banyak ciri penting dalam mawar - aroma, kapasitasnya untuk berbunga berkali-kali, arsitektur bunga, dan sebagainya - serta ada banyak variasi terutama pada warna dan wanginya," ungkap Dr Mohammed Bendahmane, seorang ahli biologi di Ecole Normale Superieure (ENS), Lyon, Perancis dikutip dari The Independent, Senin (30/04/2018).

"Selama berabad-abad mereka (mawar) telah mencoba berkembang biak untuk sifat-sifat ini, tetapi ada banyak kesulitan untuk memahami mengapa mereka memiliki salah satu warna dan mengapa mereka tidak bisa menggabungkan beberapa sifat begitu saja," sambungnya.

Seperti yang banyak diketahui, mawar merupakan salah satu tanaman hias yang paling banyak ditemui di dunia.

Mawar bahkan telah dibudidayakan selama berabad-abad oleh masyarakat, mulai dari Mediterania hingga China.

Saat ini, ada sekitar 150 spesies mawar di alam liar. Dari jumlah tersebut, para peternak bahkan telah mengembangkan ribuan varietas dengan berbagai karakteristik.

Sedangkan untuk penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature ini, para peneliti menggunakan spesies Rosa chinesis sebagai subyek penelitian.

Setelah hampir satu dekade, mereka akhirnya mendapatkan salah satu rangkaian genom tanaman paling lengkap yang pernah dihasilkan.

"Sekarang kita bisa mendapatkan informasi dari genom, dan jika saya ingin tahu sifatnya maka saya bisa memilih 'orang tua' yang memiliki alel (tipe gen) tepat," kata Bendahmane.

"Kemudian saya bisa memilih pada tingkat semai setelah pengecambahan dan mendapatkan individu dengan alel yang tepat," lanjutnya.

Baca juga: Lama Jadi Misteri, Wajah Moyang Semua Bunga Akhirnya Terungkap

Menurut Bendahmane, ini bisa membantu para peternak untuk membuat varietas baru yang diinginkan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X