Kompas.com - 02/05/2018, 20:06 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Apa jadinya jika mata manusia bisa memancarkan laser? Inilah yang sedang dikembangkan oleh para ilmuwan.

Mereka menciptakan sebuah film ultra tipis yang fleksibel dan dapat memancarkan sinar laser. Para ilmuwan juga telah berhasil mengujinya pada lensa kontak.

Ini memungkinkan kita membuat laser mata.

Namun, jangan membayangkan laser mata ini seperti milik Superman yang bisa menyebabkan kerusakan. Sebaliknya, teknologi ini berpotensi digunakan untuk label keamanan atau membaca barcode.

Baca juga: Ada-ada Saja, Pasien 67 Tahun Simpan 27 Lensa Kontak di Mata

Untuk membuat laser mata ini, para peneliti menggunakan membran yang mengandung material yang tebalnya kurang dari seperseribu milimeter dan fleksibel.

Bahan ini memungkinkan mereka mudah menempel atau dimasukkan lensa kontak. Membran ini kemudian ditempatkan pada permukaan lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika diterangi oleh laser lain, membran ini akan memancarkan sinar lasernya sendiri dengan panjang gelombang 420 hingga 700 nm.

Sinar laser ini bertenaga sangat rendah, hanya berskala nanowatt saja. Dengan kata lain, ini berkekuatan sepersejuta watt dan tidak cukup kuat untuk menyalakan lampu kecil.

Meski begitu, laser ini cukup untuk menjadi pemindai untuk keamanan, kata peneliti.

"Akan sangat sulit bagi orang untuk membuat laser yang memiliki panjang gelombang yang sama," ungkap Malte Gather, fisikawan dari University of St Andrews, Inggris dikutip dari Science Alert, Rabu (02/05/2018).

"Sifat-sifat fisik, dikombinasikan dengan ambang lasing rendah dan kemampuan untuk menghasilkan spektrum output yang unik, memungkinkan penerapan membar laser sebagai label keamanan yang diterapkan untuk berbagai substrat termasuk uang kertas, lensa kontak, dan kuku," tulis para peneliti dalam laporannya di jurnal Nature Communications.

Untuk menguji temuannya, para peneliti menempatkan lensa kontak tersebut pada bola mata sapi yang telah dipotong. Cara ini populer di kalangan peneliti karena kesamaan bola mata tersebut dengan manusia.

Baca juga: Mungkinkah Lensa Kontak Menempel di Mata?



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.