Kompas.com - 27/04/2018, 20:33 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.

KOMPAS.com - Toilet selalu disebut dengan "sarang" banyak kuman. Maka, sering kali penggunaan toilet dihubungkan dengan berbagai kemungkinan penyakit.

Ini juga memunculkan berbagai mitos tentang toilet. Salah satunya adalah penggunaan toilet umum yang bisa menularkan Infeksi Saluran Kemih (ISK).

Namun, benarkah mitos tersebut?

Menurut Muhammad Faham S, dokter di Pusat Pelayanan Urologi Rumah Sakit Khusus Bedah An Nur, Yogyakarta, hal tersebut hanya mitos belaka.

Baca juga: Bagi Wanita, Banyak Minum Air Kurangi Risiko Infeksi Saluran Kemih

"Sebelumnya kita perlu tahu definisi ISK. Menurut pendefinisi terbaru, ISK adalah suatu reaksi peradangan dari mukosa saluran kemih akibat adanya keterlibatan mikroorganisme," ungkap Faham ketika ditemui Kompas.com di ruang prakteknya, Senin (23/04/2018).

"Mikroorganisme tersering adalah bakteri, walaupun memang jamur, virus, dan parasit yang lain juga mungkin menyerang," lanjutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Faham bertutur bahwa penularan ISK tersering sebenarnya berasal dari pasien sendiri.

"Jadi bakteri terbanyak yang ada pada ISK adalah Escherichia coli (E. coli). Itu bakteri dari pencernaan, sebenarnya," ujarnya.

"Hanya, bakteri ini tumbuh menyebar ke anus dan daerah perinium (antara saluran kencing dan anus) nanti akhirnya bisa ke uretra, saluran kemih paling luar," sambungnya.

Di sana bakteri tersebut terus berkembang. Dalam kondisi yang buruk, bakteri ini bisa naik ke bagian saluran kemih yang lain.

"Dari itu, kita bisa jawab, penggunaan toilet umum sama sekali tidak menyebabkan ISK," tegas Faham.

"Kecuali, di toilet pribadi pun, cara ceboknya salah," tuturnya.

Cara cebok yang salah menurut Faham adalah, setelah buang air besar (BAB) dibasuhnya dari belakang. Jadi, air yang menyiram daerah anus dari belakang kemungkinan besar mengenai bagian depan atau saluran kencing.

Baca juga: Mungkinkah Infeksi Saluran Kemih Sembuh Tanpa Antibiotik?

Cara Cebok

Untuk itu, Faham menekankan pentingnya cara membasuh setelah BAB dan buang air kecil (BAK) yang benar.

Menurutnya, cara cebok yang benar adalah mengunakan air mengalir.

"Terutama untuk wanita, membasuhnya dari depan. Baik BAB atau BAK, membasuhnya dari depan saja," ungkapnya.

"Kemudian, ada baiknya dikeringkan dengan tisu biasa. Jadi bukan dengan tisu beralkohol, tisu antiseptik, atau cairan pembersih khusus pada kondisi yang tidak ada indikasinya," lanjutnya.

Produk Khusus

Pengunaan produk khusus, seperti tisu antiseptik, justru bisa menimbulkan masalah ketika tidak ada indikasi kondisi khusus.

"Kalau pada kondisi pasiennya sehat, tidak ada tanda-tanda infeksi atau peradangan, maka tidak perlu menggunakan tisu antiseptik," katanya.

"Pakai air biasa atau ketika BAB pakai sabun sudah cukup," tegasnya.

Faham menjelaskan, ketika tidak ada kondisi yang diperlukan untuk penggunaan tisu khusus membuat flora normal (kumpulan mikroorganisme yang alami pada tubuh) di daerah genital malah tidak seimbang.

"Yang harusnya dia bisa mencegah atau menekan populasi bakteri bersifat patogen, karena flora normalnya tidak seimbang malah patogennya bisa hidup," tegasnya.

Baca juga: Muncul Gejala Ini, Waspadai Infeksi Saluran Kemih

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.