Kompas.com - 25/04/2018, 18:31 WIB

KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan saat ini sebagian wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau.

Meski begitu, masih ada beberapa daerah yang mengalami masa transisi, yakni dari musim penghujan ke musim kemarau.

Deputi Bidang Meteorologi Mulyono R Prabowo berkata, masyarakat yang tinggal di daerah masih mengalami masa transisi akan merasakan perubahan cuaca tak menentu dari pagi hingga malam hari.

Perubahan cuaca ini sangat mungkin menyebabkan cuaca ekstrem, salah satunya angin putih beliung seperti yang terjadi di wilayah Yogyakarta dan Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (24/4/2018).

Baca juga : Cuaca Ekstrem Masih Bisa Terjadi pada Masa Pancaroba, BMKG Minta Masyarakat Waspada

Mulyono menjelaskan, angin puting beliung biasanya terjadi karena adanya angin kuat. "Pada kondisi transisi, cuaca cenderung panas atau terik dari pagi menjelang siang, kemudian saat siang sampai sore pertumbuhan awan cukup kuat. (Angin puting beliung) diawali dengan hembusan angin kuat atau puting beliung disusul dengan hujan berintensitas tinggi namun durasinya pendek," kata Mulyono kepada Kompas.com melalui pesan teks, Rabu (25/4/2018).

Ia melanjutkan, angin kuat umumnya terjadi di daerah transisi dari daerah padat bangunan dengan daerah padat tutupan hijau. Pada dua daerah tersebut, dapat menimbulkan perbedaan suhu cukup tinggi yang menyebabkan angin puting beliung.

Mengingat saat ini potensi hujan lebat disertai hembusan angin kencang masih tinggi, Mulyono menghimbau pada semua masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang mungkin terjadi.

"Hujan yang terjadi seminggu terakhir diakibatkan oleh adanya aktifitas cuaca yang tumbuh di Samudera Hindia. Aktifitas cuaca ini bergerak merambat ke arah timur dan  melintas wilayah Indonesia mengakibatkan terbentuknya sirkulasi angin dengan pertumbuhan awan yang berakibat menimbulkan hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia," jelas Mulyono.

BMKG meramalkan, potensi hujan lebat dan angin kencang masih akan terjadi hingga Jumat (27/4/2018) di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara.

Baca juga : BMKG: Angin Puting Beliung di Yogyakarta Terjadi karena Masuk Musim Pancaroba

Mulyono berkata Pancaroba juga akan memicu gelombang laut setinggi dua sampai empat meter akan terjadi di perairan barat Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat pulau Simeulue hingga barat kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu-Enggano, perairan barat Lampung.

Selain perairan Sumatera, perairan di Jawa hingga perairan Sumba juga akan mengalami hal serupa. Mulyono berkata mulai dari Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa-Sumbawa, selat Bali, selat Lombok-selat Alas bagian selatan, dan perairan Pulau Sumba-Pulau Sawu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.