Penuh dengan Berlian, Meteorit Ini Ungkap Rahasia Asal Mula Tata Surya

Kompas.com - 18/04/2018, 20:33 WIB
Penampakan mikroskopis Almahata Sitta, meteorit yang penuh dengan berlian Penampakan mikroskopis Almahata Sitta, meteorit yang penuh dengan berlian

KOMPAS.com - Penemuan meteorit selalu menjadi hal yang istimewa. Apalagi jika meteorit yang ditemukan penuh dengan berlian.

Meteorit yang dipenuhi dengan berlian ini ditemukan Gurun Nubian, Sudan. Komposisi yang tak biasa dari meteorit bernama Almahata Sitta ini segera menarik perhatian para ilmuwan setelah jatuh ke bumi pada 2008 silam.

Pemeriksaan strukturnya memberi bukti fisik pertama untuk teori tentang bagaimana planet-plaanet di tata surya muncul. Analisis para ilmuwan mengungkapkan bahwa meteorit ini adalah fragmen dari salah satu "blok bangunan" yang dianggap terbentuk.

Baca juga: Meteorit Langka Ungkap Asal Muasal Air di Bumi

"Sebelum berakhir dengan 9 planet, kita memiliki populasi dari badan yang sedikit lebih besar beberapa ribu kilometer dalam ukuran, Merkurius barada pada ukuran Mars, yang mengisi tata surya," ungkap Profesor Philippe Gillet, seorang ahli geofisika di Ecole Polytechnique Federale de Lausanne (EPFL) dikutip dari The Independent, Selasa (17/04/2018).

"'Purwarupa planet' ini bertabrakan satu sama lain, membentuk planet-planet yang kita kenal sekarang. Ini adalah blok bangunan," tegasnya.

Sayangnya, hal tersebut masih hanya berupa teori. Bukti untuk mendukung teori tersebut belum pernah ditemukan.

Artinya, sisa-sisa awal dari purwarupa tidak pernah ditemukan.

"Karena kita (menurut teori tersebut) memiliki tabrakan, seharusnya sisa dari itu ditemukan," ujar Profesor Gillet.

Inilah yang membawa prof Gillet dan timnya pada meteorit di Sudan tersebut.

Setelah memeriksa materi astronomi, mereka menemukan tanda-tanda dalam struktur mineral meteorit tersebut yang merujuk pada asal kisah planet.

"Kami memiliki sisa-sisa dari salah satu planet yang mengisi tata surya tepat sebelum akhir pembentukkan formasi planet saat ini," katanya.

Batu yang diamati oleh Profesor Gillet dan koleganya masuk dalam kategori meteorit langka yang dikenal sebagai ureilites. Meteorit ini telah sejak lama dianggap memiliki asal-usul kuno.

Analisis yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications ini memberikan bukti pertama bahwa materi ini adalah bukti dari sisa purwarupa planet.

Baca juga: Batuan Meteorit yang Meledak di Langit Amerika ditemukan, Seperti Apa?

Dalam temuan ini, tim yang dipimpin oleh mahasiswa pascasarjana Fathang Nabiei telah membuktikan adanya "planet-planet yang hilang", yang telah lama diprediksi oleh model-model pembentukan planet.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X