Kompas.com - 17/04/2018, 08:06 WIB
- wikipedia-

KOMPAS.com - Apa elemen penting yang dibutuhkan untuk terciptanya sebuah kehidupan? Selama ini, kita berpikir soal ketersediaan air dan udara sebagai penunjang kehidupan, tetapi masih ada elemen penting lainnya, yakni fosforus.

Para ilmuwan mengungkap hal ini berdasarkan pengamatan baru pada Nebula Kepiting (Crab Nebula), salah satu sisa-sisa ledakan bintang (supernova) yang berjarak 6.500 tahun cahaya.

Sayangnya, mendapatkan fosforus bukan perkara mudah. Penyebaran maupun ketersedian fosforus tersebut, menurut ilmuwan, tidak merata atau mungkin lebih acak dari perkiraan sebelumnya.

Dengan demikian, beberapa tempat di galaksi mungkin tidak memiliki cukup fosforus untuk mendukung kehidupan.

Baca juga : Ukir Sejarah, Astronom Amatir Ini Tangkap Ledakan Supernova 

Sebagian besar fosforus alam semesta tercipta dari bintang-bintang sekarat yang kemudian meledak atau selama ini dikenal dengan nama supernova. Ukuran bintang berperan dalam penciptaan fosfor.

Untuk mengetahuinya, ilmuwan kemudian membandingkan Nebula Kepiting dengan sisa ledakan bintang lain yang bernama Cassiopeia A. Dari situ ilmuwan mengukur jika jumlah fosforus di Cassiopeia A 100 kali lebih banyak daripada fosfor yang ditemukan di Nebula Kepiting.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ini karena bintang yang menciptakan Cassiopeia A kira-kira dua kali lebih besar dari yang membuat Nebula Kepiting. Jadi, bintang dengan ukuran lebih masif bisa menghasilkan reaksi berbeda yang menghasilkan lebih banyak fosforus.

Jika produksi fosforus sangat bervariasi, begitu juga dengan kemungkinan kehidupan di planet lain.

Baca juga : Cari Planet Layak Huni, Astronom Kerahkan Kecerdasan Buatan 

Bahkan kalau pun sebuah planet memiliki kondisi yang sebenarnya layak huni karena memiliki elemen lain yang mendukung; tetap saja para ilmuwan berpikir bahwa tanpa adanya fosforus,  tidak akan ada kehidupan yang tercipta.

Dalam kasus bumi, para peneliti berpendapat bahwa planet yang kita huni sekarang sangat beruntung karena terletak cukup dekat dengan supernova yang sesuai sehingga fosforus akhirnya bisa terbawa dan menjadi pembawa kehidupan di sini.

"Adanya supernova tidak menjamin ketersedian fosforus yang melimpah ruah. Keberuntungan juga berperan disini," kata Phil Cigan, ilmuwan dari Universitas Cardiff .

Kini para ilmuwan berencana melanjutkan pencarian mereka untuk melihat jika ada supernova lain yang juga kekurangan fosfor.

Penemuan ini dipresentasikan pada pertemuan European Week of Astronomy and Space Science di Liverpool.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Oh Begitu
Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Oh Begitu
Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Fenomena
4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Oh Begitu
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

Oh Begitu
Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Fenomena
4 Tahapan Siklus Menstruasi

4 Tahapan Siklus Menstruasi

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.