Temuan Terbaru: Bangun Siang Baik Untuk Remaja di Asia - Kompas.com

Temuan Terbaru: Bangun Siang Baik Untuk Remaja di Asia

Kompas.com - 13/04/2018, 18:34 WIB
ilustrasi tidur ilustrasi tidur

KOMPAS.com - Pernahkah Anda mendengar bunyi alarm tapi ingin tidur lima menit lagi? Jika ya, bukan hanya Anda yang mengalaminya, tak sedikit orang melakukan hal ini.

Fenomena ini juga sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Ternyata, ini bukanlah hal yang buruk.

Menurut sebuah penelitian terbaru, memberi remaja tidur lebih lama di pagi hari mungkin tidak hanya membuat mereka beristirahat lebih baik, tapi juga bagus untuk pelajaran mereka.

Menurut para peneliti, tidur lebih lama di pagi hari ini bisa memberikan dorongan yang dibutuhkan untuk kesejahteraan para remaja.

Baca juga: Sering Merasa Perlu Tidur Panjang? Mungkin Ini Penyebabnya

Penelitian yang mengamati pergeseran jadwal sekolah menengah di Singapura ini mengungkapkan pengaruh tidur lebih lama di pagi hari.

Sebagai informasi, pada 2016, Singapura memutuskan jam masuk sekolah bergeser dari 7.30 menjadi 8.15. Hal ini membuat para siswa mendapatkan tidur lebih lama dan tidak harus bangun pagi.

Dengan meminta izin dari para orang tua, tim ahli saraf dari NUS Medical School menyelidiki efek dari hal ini. Terutama terhadap kewaspadaan dan kesejahteraan para siswa.

Sebelumnya, dampak tidur ini sudah pernah diamati terutama di kalangan demografi negara barat.

Meski begitu, kita perlu mengingat bahwa sekolah negara timur biasanya dimulai lebih awal. Selain itu, beban kerja yang lebih tinggi juga tercatat di sekolah negara timur.

Pada hipotesis sebelumnya disebutkan bahwa memberi remaja waktu tidur lebih lama hanya akan membuat mereka begadang di malam hari. Tapi, kini rasanya data penelitian tidak mendukung ide tersebut.

Penelitian yang melibatkan 375 remaja berusia rata-rata 15 tahun ini dilakukan selama 9 bulan. Para peneliti mengamati jumlah waktu tidur, tingkat kelelahan, dan kebahagiaan mereka.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep itu menunjukkan tambahan waktu tidur sekitar 45 menit membuat perbedaan yang signifikan secara keseluruhan.

Menurut para siswa, waktu tidur tambahan (meski hanya 10 menit) sudah cukup untuk meningkatkan energi dan kesejahtetaan mereka secara keseluruhan.

Baca juga: Kenapa Kita Berkeringat Saat Tidur? Sains Menjelaskan

"Memulai sekolah lebih lambat di Asia Timur adalah hal yang perlu dipertimbangkan karena memiliki manfaat berkelanjutan," Ungkap Michael Chee, pemimpin penelitian ini dikutip dari Science Alert, Kamis (12/04/2018).

"Pekerjaan kami memperluas bukti empiris yang dikumpulkan oleh rekan-rekan di Barat dan berpendapat kuat untuk mengubah praktik dan sikap terkait tidur dan kesejahteraan di masyarakat di mana diyakini menghambat daripada meningkatkan kemajuan masyarakat," tambahnya.



Close Ads X