Kompas.com - 12/04/2018, 21:04 WIB

KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya NASA mengirimkan sperma manusia ke luar angkasa. Minggu lalu, misi pengiriman bernama misi Micro-11 membawa sperma beku manusia ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Sesampainya di sana, sperma akan dicairkan. Ilmuwan akan mengamati untuk melihat bagaimana lingkungan tanpa gravitasi berpengaruh pada pergerakan sperma sebagai fase dalam pembuahan sel telur.

NASA telah mencoba menjawab pertanyaan tersebut semenjak kita menyadari adanya kemungkinan untuk hidup di luar angkasa atau melakukan perjalanan luar angkasa dalam waktu yang lama. Dapatkan kita bereproduksi di luar angkasa?

Baca juga : Jumlah Sperma Pria Mencerminkan Kondisi Kesehatan

Selain sperma manusia, NASA juga mengirimkan sperma banteng yang bertindak sebagai kontrol kualitas karena aktifitasnya dianggap lebih konsisten dibandingkan dengan sperma manusia.

Dengan mempelajarinya bersama sperma manusia, astronot akan dapat mengetahui apakah terjadi perilaku aneh atau tidak biasa terkait dengan efek mikrogravitasi.

Jika sampel sperma manusia dan banteng terbukti bisa bergerak cukup bebas dan cepat untuk mendekati sel telur, maka para astronot juga akan merekam video percobaan dan mengirim rekaman tersebut kembali ke bumi untuk dianalisis.

Sesudah penelitian selesai, sperma juga akan dikirimkan ke laboratorium University of Kansas untuk diuji lebih lanjut.

Baca juga : Punya Spiral di Ujung Cambuknya, Cara Sperma Fokus ke Sel Telur

Eksperimen ini penting karena percobaan sebelumnya menunjukkan bahwa tanpa gravitasi, sperma tidak berfungsi.

Lalu, kalaupun sperma ditemukan masih bergerak aktif di luar angkasa, masih ada tantangan terbesar berikutnya yaitu membuat sperma membuahi sel telur.

Meski begitu setidaknya kita sudah mencoba mencari jawabannya. Walaupun masih banyak hal lain yang belum terkuak, seperti apakah mungkin dilakukan hubungan seksual di luar angkasa? Atau bisakah manusia yang lahir bertahan hidup di mikrogravitasi?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Manfaat Rambutan untuk Kesehatan Jantung?

Apa Manfaat Rambutan untuk Kesehatan Jantung?

Oh Begitu
Susu Mana yang Paling Baik untuk Lingkungan?

Susu Mana yang Paling Baik untuk Lingkungan?

Oh Begitu
Jenis-jenis Kelainan Darah dan Penyebabnya

Jenis-jenis Kelainan Darah dan Penyebabnya

Kita
Spesies Baru Kungkang Berkepala Mirip Kelapa Sempat Dikira Tidak Ada

Spesies Baru Kungkang Berkepala Mirip Kelapa Sempat Dikira Tidak Ada

Oh Begitu
Bagaimana Cara Semut Merayap di Dinding dan Melawan Gravitasi?

Bagaimana Cara Semut Merayap di Dinding dan Melawan Gravitasi?

Prof Cilik
Sama-sama Hitam dan Putih, Apa Bedanya Puffin dengan Penguin?

Sama-sama Hitam dan Putih, Apa Bedanya Puffin dengan Penguin?

Oh Begitu
Apa Warna Bulan yang Sebenarnya?

Apa Warna Bulan yang Sebenarnya?

Oh Begitu
Kenapa Hiu Takut terhadap Lumba-lumba?

Kenapa Hiu Takut terhadap Lumba-lumba?

Oh Begitu
Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Oh Begitu
Apa Manfaat Kupu-kupu dalam Ekosistem?

Apa Manfaat Kupu-kupu dalam Ekosistem?

Oh Begitu
Burung Pengicau Berwarna Mencolok Berisiko Punah Lebih Cepat

Burung Pengicau Berwarna Mencolok Berisiko Punah Lebih Cepat

Oh Begitu
Jumlah Darah dalam Tubuh Manusia

Jumlah Darah dalam Tubuh Manusia

Kita
5 Objek Paling Terang di Tata Surya

5 Objek Paling Terang di Tata Surya

Oh Begitu
Orang Suku Maya Kuno Makan Cokelat, Tidak Hanya untuk Persembahan Dewa

Orang Suku Maya Kuno Makan Cokelat, Tidak Hanya untuk Persembahan Dewa

Fenomena
Trenggiling Makan Apa?

Trenggiling Makan Apa?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.