Danau Kanada Pegang Kunci Kehidupan di Bulan Jupiter

Kompas.com - 12/04/2018, 20:06 WIB
Tudung es Devon ANJA RUTISHAUSERTudung es Devon

KOMPAS.com – Dua danau yang baru ditemukan di Kanada dianggap memegang pengetahuan baru mengenai dunia es di tata surya kita.

Dipaparkan dalam jurnal Science Advances, dua danau yang tertutup es setebal 500 meter ini memiliki temperatur maksimum minus 10,5 derajat celcius, tetapi tidak membeku.

Menurut dugaan para peneliti, hal ini karena air di danau lima kali lebih asin dari air laut. Pasalnya, lapisan es yang menutupinya tidak cukup tebal untuk menginsulasi panas geotermal yang naik dari dasar danau. Dengan kadar salinasi yang tinggi, titik beku air danau pun lebih rendah daripada air tawar.

Tim peneliti dari University of Alberta berkata bahwa mereka tidak pernah menduga akan menemukan danau dengan keluasan lima hingga delapan kilometer di bawah tudung es Devon yang selama ini dikira menutupi permukaan yang berbatu-batu.

Baca juga : Seperti di Mars, Eropa Timur Diselimuti Salju Berwarna Oranye

Akan tetapi, hasil survei radar pada tudung es Devon tidak bisa dibantah.

NASA/ANJA RUTISHAUSER Hasil survei menunjukkan dua danau di bawah tudung es Devon

“Aku sangat terkejut, dan sedikit terheran-heran. Aku jelas tidak sedang mencari danau sub-gletser,” kata Anja Rutishauser, penulis utama studi, seperti dilansir dari BBC, Kamis (12/4/2018).

Menggunakan danau ini, para peneliti berharap untuk mengetahui lebih banyak tentang bulan Jupiter, Europa, dan planet-planet es lain di tata surya kita.

Baca juga : Mirip Mars, di Wilayah Ini Peneliti Temukan Kehidupan

Secara khusus, para peneliti ingin menyelidiki habitat mikroba yang kemungkinan telah hidup terisolasi di dalam danau selama 120.000 tahun lamanya.

“Kemungkinan kehidupan untuk hidup dalam sistem ini sangat tinggi, walaupun menurut temperatur yang ditunjukkan oleh model, aktivitas biologis di sini mungkin akan sangat terbatas karena temperaturnya yang begitu rendah,” ujar Dr Alison Murray dari Desert Research Institute.

Sementara itu, Dr Claire Cousins dari University of St Andrews mengatakan, walaupun susuan kimia danau ini agak berbeda dengan lingkungan samudra di bulan yang tertutup es, seperti Europa; kondisi ekstrem mereka akan membantu kita mempelajari bisa atau tidaknya lingkungan bersalinitas tinggi di bawah es menopang kehidupan.

Ke depannya, Rutishauser bersama kolega berencana untuk mengebor dan mengambil air danau. Mereka juga akan menggunakan survei radar dan menyelidiki jaringan danau di area tersebut sepenuhnya.



Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kena Cahaya Bulan, Tubuh Tokek Gurun Ini Jadi Hijau Neon

Kena Cahaya Bulan, Tubuh Tokek Gurun Ini Jadi Hijau Neon

Fenomena
CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

Oh Begitu
Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Oh Begitu
9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

Oh Begitu
BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Fenomena
Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Fenomena
[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

Fenomena
NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

Fenomena
Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Fenomena
Banyak Konsumsi Makanan Asin Berbahaya untuk Jantung, Kok Bisa?

Banyak Konsumsi Makanan Asin Berbahaya untuk Jantung, Kok Bisa?

Oh Begitu
Lagi, Gempa Bumi Ke-39 Kali Guncang Majene dan Mamuju

Lagi, Gempa Bumi Ke-39 Kali Guncang Majene dan Mamuju

Oh Begitu
BMKG Ungkap 2 Penyebab Banjir Manado yang Tewaskan 6 Orang

BMKG Ungkap 2 Penyebab Banjir Manado yang Tewaskan 6 Orang

Oh Begitu
BMKG: Banjir Kalimantan Selatan Akibat Cuaca Ekstrem Dipicu Dinamika Atmosfer Labil

BMKG: Banjir Kalimantan Selatan Akibat Cuaca Ekstrem Dipicu Dinamika Atmosfer Labil

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X