Kompas.com - 09/04/2018, 18:07 WIB

KOMPAS.com – Pernah bermimpi untuk menjadi astronot dan pergi ke luar angkasa, tetapi akhirnya memilih jalan hidup yang lain? Kalau punya uang berlebih, tidak ada salahnya untuk menanti-nanti datangnya tahun 2021.

Sebuah perusahaan start-up asal California, Amerika Serikat, Orion Span, berencana meluncurkan hotel mewah pertama di luar angkasa bernama Aurora Station. Hotel ini akan mengorbit pada ketinggian 320 kilometer, 80 kilometer lebih rendah daripada stasiun luar angkasa internasional (ISS).

Berukuran empat kali sepuluh meter, Aurora Station disebut bisa menampung enam pengunjung dan dua kru sekaligus dalam satu kali perjalanan yang rencananya berdurasi 12 hari tersebut.

Orion Span Aurora Station

Di atas sana, pengunjung akan bisa melakukan banyak aktivitas, seperti merasakan mikrogravitasi, memandang bumi dari luar angkasa, bergabung dalam berbagai eksperimen seperti menumbuhkan makanan di luar angkasa, dan melakukan siaran langsung dengan teman dan keluarga dari Aurora Station.

Baca juga : Sukses Mencapai Stasiun Luar Angkasa, Apa Isi Kapsul Kargo SpaceX?

Pendiri dan CEO Orion Span, Frank Bunger, menyebut dalam Space 2.0 Summit di California bahwa hotel mewah ini akan terjangkau. Namun, arti kata “terjangkau” di sini relatif.

Pasalnya, Anda perlu mengeluarkan uang Rp 130 miliar, atau sekitar Rp 11 miliar per malam, untuk menginap di Aurora Station. Biaya itu belum termasuk deposit Rp 1,1 miliar yang baru akan dikembalikan saat Anda kembali ke bumi.

Angka itu memang terlihat fantastis, tetapi jauh lebih sedikit dari yang dibayarkan turis orbit sebelumnya. Antara 2001 hingga 2009, sebanyak sembilan orang telah melakukan delapan perjalanan ke ISS. Kisaran biaya yang mereka keluarkan antara Rp 275 miliar hingga Rp 550 miliar.

Bunger berkata bahwa dia berani memangkas harga liburan ke Aurora Space karena telah memprediksikan biaya peluncuran wahana antariksa di masa depan.

Baca juga : Luar Angkasa Penuh Sampah, Airbus Bangun Harpun Raksasa sebagai Solusi

“Semua orang telah memprediksikan bahwa (biaya peluncuran) akan jatuh. Hampir tiap minggu ada perusahan peluncuran roket yang menemukan cara baru yang lebih cepat, lebih murah, dan lebih baik untuk mencapai orbit,” ujar Bunger seperti dikutip oleh Bloomberg.

Selain menyiapkan biaya di atas, Anda yang ingin mengunjungi Aurora Station juga perlu menjalani pelatihan selama tiga bulan, termasuk pelajaran online mengenai dasar-dasar penerbangan luar angkasa, mekanika orbit, dan lingkungan bertekanan tinggi.

“Orion Span telah memangkas latihan 24 bulan yang mempersiapkan pengunjung ke stasiun luar angkasa menjadi tiga bulan, dengan biaya yang lebih murah. Tujuan kita adalah membuat luar angkasa bisa diakses siapa pun,” kata perwakilan perusahaan tersebut, seperti dilansir dari Washington Post, Jumat (6/4/2018).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.