Tak Pernah Tersesat, Burung Ternyata Punya Kompas di Mata

Kompas.com - 09/04/2018, 17:01 WIB
Burung pipit zebra (Taeniopygia Guttata) sagarmanisBurung pipit zebra (Taeniopygia Guttata)

KOMPAS.com - Saat melihat burung terbang, mungkin kita pernah bertanya-tanya mengapa burung bisa menempuh jarak puluhan kilometer dan kembali lagi ke sarangnya dengan selamat.

Pengetahuan burung untuk menavigasi lokasi ternyata telah diselidiki beberapa ilmuwan selama beberapa dekade terakhir.

Setelah sekian lama, akhirnya para ilmuwan mengetahui kemampuan navigasi burung muncul berkat protein khusus di matanya yang sensitif terhadap cahaya biru dan membantu burung mendeteksi medan magnet bumi.

Medan magnet bumi digunakan burung layaknya peta untuk menentukan arah yang harus mereka tuju.

Baca juga : Seperti Manusia, Burung Gelatik Biru Juga Bisa Ceraikan Pasangannya

Dilansir Science News, Selasa (3/4/2018), terungkap ada dua temuan yang membuktikan teori baru ini.

Studi pertama yang terbit di Current Biology, Senin (22/1/2018) mempelajari burung robin eropa, dan temuan kedua yang terbit di Journal of the Royal Society Interface, Rabu (28/3/2018) mempelajari burung pipit zebra.

Kedua temuan itu menyebut protein peka cahaya yang ditemukan di retina itu bernama Cry4 (cryptochromes). Protein ini diketahui terlibat dalam ritme sirkadian atau siklus tidur biologis dan juga bereaksi terhadap medan magnet bumi.

"Interaksi kuantum protein dapat membantu burung merasakan medan magnet," kata Atticus Pinzon-Rodriguez, ahli biologi dari Universitas Lund, Swedia, yang terlibat dalam pengamatan burung kutilang zebra.

Dalam penelitian terhadap 39 burung pipit zebra, ilmuwan menemukan protein Cry4 terus menerus ada di retina. Ini menunjukkan protein Cry4 terus diproduksi.

"Asumsi kami, burung selalu menggunakan kompasnya. Baik di siang hari atau malam," kata rekan peneliti burung kutilang zebra, Lund Rachel Muheim yang juga ahli biologi.

Baca juga : Kisah Hidup dan Mati Nigel, Burung Laut Paling Kesepian di Dunia

Produksi protein Cry4 secara konstan juga ditemukan pada burung robin eropa. Bahkan peneliti menemukan bahwa produksi protein semakin meningkat saat musim migrasi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X