Kompas.com - 09/04/2018, 12:36 WIB

Dari masing-masing pilihan alternatif pengobatan, hasilnya bervariasi.

1. Alternatif mengonsumsi pil atau tablet setiap hari
Sebanyak 79 persen responden bersedia mengonsumsi pil untuk menambah satu bulan umur mereka, 90 persen responden memilihnya untuk menambah satu tahun umur, dan 96 persen memilih pil untuk menambah lima tahun usia.

2. Alternatif minum secangkir teh sehat setiap hari
Sebanyak 78 persen respon memilih teh untuk menambah satu bulan usia, 91 persen untuk satu tahun kehidupan, dan 96 persen untuk lima tahun tambahan kehidupan.

3. Alternatif rutin berolahraga
Hanya 63 persen orang yang mau rutin berolahraga untuk menambah usia satu bulan, 84 persen untuk menambah satu tahun kehidupan, dan 93 persen yang mau olahraga setiap hari demi mendapat tambahan lima tahun usia.

4. Alternatif suntikan
Alternatif suntikan setiap enam bulan sekali rupanya adalah opsi yang paling tidak disukai responden. Ada 68 persen responden yang mau disuntik untuk mendapat tambahan satu bulan, 85 persen mau melakukannya untuk satu tahun tambahan kehidupan, dan 93 persen bersedia jika mereka mendapat lima tahun kehidipan.

Namun, hanya setengahnya (51 persen) yang bersedia disuntik setiap bulan untuk satu bulan kehidupan, 74 persen untuk satu tahun tambahan, dan 88 persen jika mereka mendapat lima tahun ekstra kehidupan.

Baca juga : Benarkah Konsumsi Obat Tekanan Darah Tingkatkan Risiko Kanker Kulit?

"Temuan kami menunjukkan orang secara alami menetapkan bobot yang berbeda dengan plus minus intervensi untuk meningkatkan kesehatan kardiovaskular," kata Spatz.

"Saya percaya, kerangka ini dapat dilibatkan ketika kita membicarakan pilihan perawatan untuk mengontrol tekanan darah dengan pasien. Kita memang sering membahas efek samping, tapi sangat jarang untuk mencari tahu apakah pasien nyaman dan tak terbebani. Perasaan ini pada dasarnya dapat memengaruhi kesediaan pasien untuk minum obat seumur hidup atau berolahraga secara  teratur," imbuhnya.

Keterbatasan studi ini adalah menggandeng responden yang berusia relatif muda, padahal penyakit kardiovaskular lebih sering terjadi pada orang yang lebih tua. Sangat mungkin terjadi perbedaan pendapat dengan orang yang lebih tua. Selain itu, responden tidak diberi tahu tentang kemampuan memperpanjang kehidupan yang sebenarnya dari setiap intervensi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.