Kompas.com - 06/04/2018, 20:04 WIB

KOMPAS.com — Para astrofisikawan menemukan tanda-tanda keberadaan ribuan lubang hitam di lingkaran dalam galaksi Bima Sakti. Penemuan tersebut menjadi terobosan baru untuk mengetahui proses terjadinya lubang hitam.

Berdasarkan studi yang terbit di jurnal Nature, lubang hitam tersebut berada di pusat Bima Sakti, dekat dengan lubang hitam supermasif Sagittarius A.

Bila dibandingkan dengan Sagittarius A yang berukur 4 juta kali massa Matahari, lubang hitam yang baru terlihat mini. Ia hanya 10 kali massa Matahari kita.

Namun, penemuan ini diyakini bisa menjadi petunjuk baru akan keberadaan lubang hitam dalam jumlah banyak di galaksi kita. Para peneliti bahkan meyakini bahwa jumlah lubang hitam di pusat galaksi kita mencapai 10.000.

Selain itu, penemuan tersebut juga bisa membantu kita memahami tentang gelombang gravitasi atau gelombang yang terjadi dalam ruang-waktu akibat peristiwa kosmik yang kuat, misalnya saat benda-benda besar bertabrakan.

"Ada banyak peristiwa yang terjadi di sana. Pusat galaksi adalah tempat yang aneh. Itulah mengapa orang suka mempelajarinya. Ini puncak gunung es," kata Chuck Hailey, pemimpin penelitian yang juga  astrofisikawan dari Universitas Columbia kepada kantor berita Prancis, AFP.

Baca Juga: 11 Kutipan Stephen Hawking soal Lubang Hitam, Semesta, dan Kematian

Dikutip dari USAToday, Rabu (4/4/2018), para ilmuwan sudah lama berteori bahwa pusat galaksi dipenuhi oleh lubang hitam bekas bintang raksasa, di mana kekuatan gravitasinya sangat kuat hingga cahaya pun tidak bisa memancar keluar.

Akan tetapi, para ilmuwan belum pernah menemukan bukti fenomena tersebut terjadi di galaksi Bima Sakti hingga saat ini.

Bukti pertama yang paling mendekati adalah gelombang radio di wilayah tersebut yang ditemukan oleh fisikawan Karl Jansky pada tahun 1931. 

Nah, lubang hitam yang baru saja ditemukan hanya berjarak 30 triliun kilometer dari lubang hitam supermasif di pusat galaksi kita.

Jarak tersebut mungkin terdengar jauh, tetapi posisi bumi bahkan sudah tidak berada di pusat bima sakti, melainkan di lengan spiralnya atau sekitar 3.000 tahun cahaya dari pusat galaksi. (Satu tahun cahaya adalah 5,9 triliun mil, atau 9,5 triliun kilometer.)

Baca Juga: Lubang Hitam Terjauh Ditemukan, Apa Artinya bagi Kita?

Berikut adalah video peneliti tentang penemuan lubang hitam baru tersebut: 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber USA Today
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.