Kompas.com - 04/04/2018, 20:05 WIB

KOMPAS.com - Lebih dari 160 juta tahun lalu, dinosaurus berleher panjang atau sauropoda hidup di muka bumi ini. Dinosaurus pemakan tumbuh-tumbuhan ini memiliki tubuh yang bisa mencapai 15 meter serta bobot lebih dari 10 ton. Tak heran, sauropoda kerap mendapat predikat sebagai dinosaurus terbesar yang pernah hidup di dunia.

Baru-baru ini, para peneliti berhasil menemukan jejak kaki dinosaurus tersebut di Isle of Skye, Skotlandia.

Jejak ini selama bertahun-tahun tersembunyi dari pandangan mata manusia. Jika tidak diperhatikan, mungkin kita tidak akan menyadari bahwa kolam-kolam yang ada di pantai berbatu Skye merupakan jejak kaki saurupoda.

Baca juga : Ahli Duga Tanduk Dinosaurus Digunakan untuk Mencari Pasangan

Temuan ini tentunya merupakan hal bersejarah bagi ilmu pengetahuan. Sebab. penelitian yang dipublikasikan di Scottish Journal of Geology, Senin (2/4/2018) lalu menyebut jika jejak kaki utuh tersebut bisa membantu memahami periode Jurassic Tengah yang terjadi 164 hingga 174 juta tahun yang lalu.

Bukti-bukti dinosaurus yang hidup di periode Jurassic Tengah memang jarang ada, hanya beberapa situs fosil saja yang saat ini berhasil ditemukan di seluruh dunia.

"Jurassic Tengah merupakan periode yang sangat penting di mana beberapa hewan mulai mengalami evolusi. Skye merupakan salah satu tempat di mana kita bisa menemukan fosil-fosil ini," kata Steve Brusatte, paleontolog dari Universitas Edinburgh.

Hal menarik lain seputar penemuan ini adalah pandangan baru soal bagaimana sauropoda hidup.

Baca juga : Bukan Salah Siapa pun, Dinosaurus Punah karena Mereka Sendiri

Dari analisis, peneliti menemukan jika Sauropda secara teratur mengarungi pantai yang dangkal untuk mencari makanan. Namun, bukan berarti perairan adalah tempat tempat tinggal mereka.

Pada awal 1900-an, peleontolog hanya melihat dinosaurus berleher panjang ini sebagai hewan pemakan rumput yang tinggal di sekitar rawa-rawa. Pergerakan mereka terbatas lantaran ukuran tubuh mereka yang masif.

Namun, adanya penelitian ini dapat memberikan wacana baru. Sauropoda juga berjalan di atas tanah padat serta melakukan perjalanan ke berbagai wilayah. Tulang serta jejak kaki sauropoda telah ditemukan di semua benua, termasuk Antartika.

"Tidak seperti perkiraan sebelumnya. Air bukanlah satu-satunya tempat mereka hidup. Mereka sangat dinamis dan energik. Mereka mungkin menjelajahi lingkungan manapun yang mereka bisa," kata Brusatte.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.