Kompas.com - 02/04/2018, 18:07 WIB

KOMPAS.com - Kambing-kambing yang asyik mengunyah rumput kering di Pulau Kreta rupanya memberikan ide bagi Prof Alexander Bismarck. Peneliti dari Universitas Wina ini lantas berpikir untuk membuat kertas berbahan kotoran hewan.

Menurut Prof Bismarck, selulosa sebagai bahan penyusun kertas selama ini diambil dari pohon. Padahal, seperti yang kita tahu, kondisi hutan semakin menipis.

Oleh karena itu, dia dan rekan-rekannya tergerak untuk bereksperimen membuat kertas dari kotoran hewan.

Kotoran hewan diketahui juga mengandung selulosa. Bahkan, hampir 40 persen zat yang tersusun di dalam feses hewan tertentu merupakan selulosa.

Baca juga : Jejak Kotoran Ungkap Keberadaan Koloni Super Berisi 1,5 Juta Penguin

“Hewan memakan biomassa kelas rendah yang mengandung selulosa. Lalu dikunyah dan bercampur dengan enzim dan asam di perut. Lalu keluarlah kotoran,” ujarnya dilansir dari New Atlas pada Kamis (29/3/2018).

Setelah bereksperimen dengan feses hewan kuda, sapi, dan gajah; Prof Bismarck dan kolega menemukan proses pembuatan kertas yang lebih murah dan mudah dibandingkan pembuatan kertas dari pohon.

Pertamanya, kotoran hewan dilarutkan dengan natrium hidroksida. Tujuannya untuk memisahkan lapisan lignin polimer organic. Pada tahap ini, protein dan sel mati di dalam kotoran hewan juga ikut terlepas.

Setelah jadi bubur, para peneliti membubuhi natrium hipklorit supaya warnanya berubah putih, sekaligus menanggalkan bekas lignin yang masih menempel.

Bubur yang sudah putih inilah yang kemudian dijadikan kertas.

Baca juga : Demi Bertahan di Luar Angkasa, Astronot Manfaatkan Kotoran Sendiri

Kertas dari tinja hewan diklaim sebagai produk ramah lingkungan karena memanfaatkan yang selama ini terbuang. Tak hanya itu, pembuatan kertas tidak membutuhkan banyak bahan kimia lantaran telah dibantu oleh proses pencernaan hewan.

Lignin yang tidak terpakai dalam pembuatan kertas juga tidak disia-siakan. Ia bisa diolah sebagai pupuk dan bahan bakar.

Manfaat lainnya, kertas berbahan kotoran hewan bisa dipakai untuk memperkuat komposit polimer dan menyaring air limbah sebelum menuju tempat pembuangan.

Melihat segudang manfaatnya, bukan tidak mungkin kalau kertas yang dipakai oleh generasi mendatang akan terbuat dari kotoran hewan.

Prof. Bismarck memaparkan kajiannya tersebut dalam 255th National Meeting & Exposition of the American Chemical Society, Rabu (28/3/2018).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber New Atlas
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.