Gurun Sahara Terus "Tumbuh", Apa Artinya Bagi Manusia?

Kompas.com - 01/04/2018, 17:00 WIB
Jejak kereta api ditutupi oleh pasir sebagai akibat dari perambahan gurun pada tahun 2013 di Stasiun Kereta Api Ogrein di Sudan. (Mohamed Nureldin Abdallah / Reuters)Reuters Jejak kereta api ditutupi oleh pasir sebagai akibat dari perambahan gurun pada tahun 2013 di Stasiun Kereta Api Ogrein di Sudan. (Mohamed Nureldin Abdallah / Reuters)

KOMPAS.com - Apa yang Anda pikirkan ketika melihat foto di atas? Mungkin Anda berpikir hanya perlintasan kereta api di sebuah gurun atau wilayah berpasir.

Sayangnya, foto tersebut menunjukkan bahwa gurun Sahara di Afrika semakin meluas. Ya, foto tersebut menunjukkan bahwa gurun Sahara mulai merambah ke negara-negara di sekitarnya yang lebih tropis.

Melihat tren ini, para peneliti memperingatkan negara sekitar untuk waspadai "pertumbuhan" gurun ini. 

Berdasar penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal of Climate, gurun dengan luas sekitar 9 juta kilometer persegi tersebut, tanpa disadari merambah ke arah selatan atau ke wilayah Sudan dan Chad.

Vegetasi hijau dan lahan pertanian banyak yang berubah menjadi hamparan gurun dan kering kerontang di kedua wilayah tersebut.

Namun, hal yang justru paling membuat penelitikhawatir adalah tingkat curah hujan di musim kemarau di Afrika. Curah hujan di benua tersebut menurun drastis akibat perubahan iklim.

"Jika ada badai datang tiba-tiba, langsung mendapat perhatian pemerintah dan masyarakat. Namun, meluasnya gurun pasir ini tidak kentara dan terjadi tanpa kita sadari," kata Sumant Nigam, seorang profesor ilmu atmosfer dan kelautan dari Universitas Maryland dikutip dari Washington Post, Kamis (29/03/2018).

Menurut Nigam, pertumbuhan ini bisa juga terjadi pada gurun lain akibat perubahan iklim. 

Baca Juga: Inilah Penampakan Langka Saat "Gerbang Ke Sahara" Diselimuti Salju

Untuk diketahui, gurun terbentuk di daerah subtropis akibat sirkulasi cuaca global yang disebut sel Hadley.

Ketika udara panas naik di atas wilayah tropis, sekitar khatulistiwa, itu akan menghasilkan hujan serta badai petir. Tapi hal yang berbeda terjadi pada wilayah subtropis.

Saat menyentuh atmosfer, udara panas tersebut justru menyebar ke arah kutub utara dan selatan. Dengan kata lain, udara tidak tidak turun kembali ke wilayah subtropis di bawahnya.

Akibatnya, di wilayah tersebut udara menjadi panas dan mengering. Ini yang membuat gurun tercipta dan atau menjadi wilayah dengan curah hujan sedikit.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X