Kompas.com - 26/03/2018, 18:02 WIB

Dikarenakan psikopat berbeda dengan orang pada umumnya, para peneliti meminta peserta untuk memikirkan perspektif menjadi avatar. Hasilnya, tahanan yang memiliki nilai tinggi untuk skala psikopat juga memiliki kemampuan untuk mempertimbangkan sudut pandang avatar selama pertandingan.

Peneliti menyimpulkan bahwa psikopat dapat mempertimbangkan pikiran orang lain. Asal, ada tujuan spesifik yang ingin mereka capai, seperti memenangkan permainan atau meningkatkan karier dalam perusahaan.

Baca juga : Bedanya Psikopat dan Narsis

Peneliti berharap, penelitian selanjutnya dapat mengungkap bagaimana pikiran psikopat bekerja.

"Suatu hari, para ilmuwan dapat membantu psikopat untuk lebih berempati dan mempertimbangkan orang lain, tidak hanya saat mereka butuh itu untuk mendapat keuntungan sendiri," ujar Arielle.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.