Kompas.com - 21/03/2018, 19:05 WIB
stop teror/pixabay stop teror/pixabaystop teror/pixabay

Menurut Whitehouse, cara efektif yang bisa dilakukan adalah mengetahui apa atau siapa yang mereka perjuangkan, serta mengapa mereka melakukannya.

Baca Juga: Apakah Anak akan Bercerita Jika Alami Kekerasan Seksual?

Setelah itu, deradikalisasi akan berhasil apabila mampu menghilangkan perasaan bersaudara di dalam kelompok militan, dan hal itu akan sangat membantu dalam proses pendampingan.

Peran orangtua dan keluarga, serta lingkungan lain seperti sekolah, pekerjaan, dan pemimpin agama, akan membantu mereka bangkit dengan motivasi hidup baru.

"Hanya dengan memahami munculnya komitmen dalam kelompok, kita bisa mendapatkan kepercayaan dan kerja sama, sekaligus membatasi kemungkinan untuk munculnya konflik antar kelompok," kata Whitehouse, dikutip dari Sciencedaily, Senin (5/3/2018).

Studi ini juga menyarankan untuk meningkatkan dinamika psikologis kelompok demi tujuan-tujuan yang damai di daerah yang hancur pasca aksi kekerasan, termasuk sejumlah wilayah di Libya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.