Minyak Esensial Bikin Payudara Pria Membesar, Ini Kata Peneliti

Kompas.com - 19/03/2018, 20:06 WIB
Aromaterapi dikenal sebagai salah satu cara terapi kesehatan yang aman dan nyaman dengan menggunakan minyak esensial atau sari pati hasil ekstrak bunga, daun, buah dan bagian lain tumbuh-tumbuhan. Senyawa aromatik yang menjadi kandungan utamanya dapat mempengaruhi suasana hati atau kesehatan. ShutterstockAromaterapi dikenal sebagai salah satu cara terapi kesehatan yang aman dan nyaman dengan menggunakan minyak esensial atau sari pati hasil ekstrak bunga, daun, buah dan bagian lain tumbuh-tumbuhan. Senyawa aromatik yang menjadi kandungan utamanya dapat mempengaruhi suasana hati atau kesehatan.

KOMPAS.com - Seperti yang kita tahu, laki-laki tidak mengembangkan payudaranya seperti perempuan. Salah satu faktornya adalah hormon.

Namun, bagaimana jadinya jika laki-laki mengembangkan payudaranya seperti perempuan?

Inilah yang dialami oleh 3 anak laki-laki di Amerika Serikat. Peristiwa ini dilaporkan dalam New England Journal of Medicine pada 2007 lalu.

Saat itu Clifford Bloch, spesialis hormon anak di University of Colorado mencurigai adanya kaitan pembesaran payudara pada ketiga anak tersebut dengan minyak esensial.

Baca juga: Manfaat Aromaterapi untuk Ibu Hamil

Dirangkum dari laporan BBC pada 2007, hal itu Bloch temukan saat menanyai ketiganya. Dalam wawancaranya anak-anak tersebut menjelaskan bahwa mereka menggunakan produk minyak oles, shampo, dan lotion yang memiliki wangi lavender dan tea tree.

Anehnya, setelah mereka berhenti menggunakan produk tersebut, pertumbuhan jaringan payudaranya mereda.

Hal ini membuat para peneliti terus mengembangkan penelitiannya hingga sekarang.

Dalam temuan yang dipresentasikan minggu ini, para peneliti menemukan bukti tambahan. Bukti tersebut menegaskan bahwa minyak nabati (lavender dan tea tree) mengandung bahan kimia yang mampu mengganggu hormon manusia.

Hal ini menjadi pengingat bahwa meski ekstrak minyak ini alami tapi tidak selalu baik untuk manusia.

"Masyarakat kita menganggap minyak esensial aman," ungkap J. Tyler Ramsey, ahli biologi perkembangan yang terlibat dalam penelitian ini dikutip dari Science Alert, Senin (19/03/2018).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X