Insomnia? Jangan Menambah Masalah dengan Tenggak Obat Tidur - Kompas.com

Insomnia? Jangan Menambah Masalah dengan Tenggak Obat Tidur

Kompas.com - 19/03/2018, 19:54 WIB
Ilustrasi InsomniaOcusFocus Ilustrasi Insomnia

KOMPAS.com -  Insomnia memang masalah yang cukup mengganggu. Produktivitas dan kualitas hidup seseorang akan menurun gara-gara mengidap insomnia. Menurut data, 10 persen penduduk Indonesia atau sekitar 28 juta orang mengalami insomnia.

Berusaha mengatasi gangguan insomnia, sebagian orang mengonsumsi obat tidur untuk. Psikolog klinis Aurora Lumbantoruan tidak menganjurkan cara tersebut.

Obat tidur itu tidak boleh dipakai sembarangan tanpa konsultasi dengan dokter. Mungkin berdampak pada kesehatan kalau diminum terus-menerus," katanya saat ditemui dalam acara yang digelar Amlife di Jakarta, pada Senin (13/3/2018).

Aurora mengatakan, obat tidur justru bisa menjebak individu dalam situasi stres baru. Individu akan mengalami ketergantungan sehingga dia akan merasa gelisah apabila tidak menenggak obat tersebut menjelang tidur.

"Kalau saya sarankan, untuk bisa tidur itu lebih ke mengubah perilaku pikiran,” ujarnya

Aurora menyarankan untuk mencari penyebab kecemasan. Orang yang mengalami masalah tidur bisa berkonsultasi ke dokter atau psikolog untuk dibantu menguraikan permasalahan yang menjadi beban pikiran.

Baca juga : Insomnia Tingkatkan Risiko Asma Tiga Kali Lipat

Untuk meredam tekanan hidup, pasien juga disarankan menuliskan kegelisahannya sebelum tidur. Dengan cara ini, pasien bisa meredam rasa panik dan ketegangan.

Pasien diminta bisa kompromi atas sumber permasalahan tersebut agar gangguan tidurnya juga bisa teratasi.

“Jangan main gawai kalau mau tidur, nanti malah semakin kepikiran masalah yang ada. Tuliskan saja lalu atur tujuan yang ingin dicapai untuk menyelesaikannya. Lalu tarik napas dalam untuk membuang pikiran negatif,” imbuhnya.

Aurora menambahkan, orang yang bermasalah dengan tidur dianjurkan untuk tidak membawa beban pekerjaan. Ia juga menyarankan untuk tidak merancang kamar tidur sebagai tempat bekerja karena ini akan menciptakan kegelisahan.

Kenyamanan tempat tidur menjadi yang utama agar seseorang terpancing lebih mudah tidur. Individu bisa memasang lampu yang redup atau gelap untuk memancing rasa kantuk. Suhu ruangan juga diatur senyaman mungkin. Musik yang menenangkan juga bisa diputar untuk merangsang rasa rileks.

Aurora pun menganjurkan individu mengubah kebiasaan hidup agar tidak terkena insomnia. Misalnya tidak makan tiga jam sebelum tidur, tidak mengonsumsi kafein serta alkohol, dan rajin berolahraga. Modifikasi ini, kata Aurora akan menghasilkan efek relaksasi.

Baca juga : Cegah Datangnya Insomnia dengan Cara Ini



Close Ads X