Kompas.com - 18/03/2018, 20:06 WIB

Makhluk yang sudah punah ini menggunakan 11 pasang lipatan siripnya untuk berenang menembus air dan berburu.

Baca juga : Inilah Fosil Bayi Burung Paling Langka dari yang Langka

"Matanya yang besar berguna juga untuk menyoroti evolusi arthropoda," ujar ahli paleontologi dari Korea Polar Research Institute, Tae-Yoon Park, yang tergabung dalam penelitian.

"Matanya ini ada di antara mata yang sangat simple seperti dimiliki oleh cacing beludru dan beruang air, dengan mata arthropoda yang begitu kompleks," kata Vinther.

Berdasar temuan ini, para peneliti berhasil mengungkap seperti apa anatomi makhluk purba di masa lalu. Selain otak, para peneliti juga menemukan bahwa hewan ini punya sistem saraf yang jauh lebih banyak dibanding hewan saat ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.