Kompas.com - 16/03/2018, 08:07 WIB

KOMPAS.com - Tim peneliti dari beberapa universitas di Kanada, Inggris dan Afrika Selatan tidak bisa mengungkapkan kegembiraan mereka saat menemukan berlian dari dalam perut bumi yang mengandung mineral langka di tambang Cullinan, Afrika Selatan.

Mineral di dalam berlian asal Afrika tersebut adalah kalsium silikat perovskit (CaSiO3), yang tanpa pelapis luar sekuat berlian tidak bisa distabilkan di atas permukaan bumi.

Para peneliti memperkirakan bahwa jumlah kandungan mineral ini adalah yang keempat terbanyak di bumi. Akan tetapi saat berada di permukaan tanah, tekanan dan ikatan karbon mineral ini berubah.

Selain itu, lokasinya yang jauh di bawah permukaan bumi membuatnya sulit untuk dilihat.

Baca Juga: Pertama Kali, Ilmuwan Ciptakan Hujan Berlian di Dalam Laboratorium

"Kebanyakan ilmuwan akan mengatakan bahwa Anda tidak akan pernah menemukannya di permukaan bumi," kata Graham Pearson, profesor dari Unversitas Alberta yang turut berpartisipasi dalam penelitian.

Namun, nyatanya para peneliti menemukan berlian ini sekitar satu kilometer di bawah permukaan tanah, meskipun Pearson berkata bahwa lokasi asal berlian tersebut sebetulnya lebih dalam lagi, yakni lebih dari 643 kilometer di bawah permukaan tanah.

Pada kedalaman tersebut, berlian ini mampu menahan tekanan 240.000 atmosfer bumi.

"Silikat dan karbon ini awalnya ada di permukaan bumi dalam bentuk kerak laut, tetapi pengaruh pergerakan lempeng bumi membuatnya berada di bawah permukaan bumi dan mengubahnya fase mineral tekanan yang lebih tinggi," kata Pearson, dikutip dari National Geographic, Kamis (8/3/2018).

Menyusul kesuksesan ini, Pearson berkata bahwa tim peneliti berencana untuk terus menambang berlian sekaligus mempelajari berlian yang baru ditemukan. Berdasarkan perkiraan peneliti, berlian ini bisa berusia sangat muda hingga satu miliar tahun.

Baca Juga: Berlian Dapat Membantu Deteksi Dini Kanker

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Kemerdekaan Ke-77 RI, Sejarah Teks Proklamasi yang Dibacakan Soekarno

Hari Kemerdekaan Ke-77 RI, Sejarah Teks Proklamasi yang Dibacakan Soekarno

Oh Begitu
Lomba 17 Agustus Sering Bikin Cedera, Ini Pesan Dokter untuk Menghindari Cedera

Lomba 17 Agustus Sering Bikin Cedera, Ini Pesan Dokter untuk Menghindari Cedera

Oh Begitu
Bunga Bangkai Mekar di Bekasi Sejenis Suweg, Tanaman Apa Itu?

Bunga Bangkai Mekar di Bekasi Sejenis Suweg, Tanaman Apa Itu?

Oh Begitu
Lapisan Es Antartika Meleleh Lebih Cepat, Begini Penampakannya

Lapisan Es Antartika Meleleh Lebih Cepat, Begini Penampakannya

Fenomena
Bagaimana Dinosaurus Mampu Menopang Tubuh Raksasanya?

Bagaimana Dinosaurus Mampu Menopang Tubuh Raksasanya?

Fenomena
Apakah Gigitan Lintah Berbahaya?

Apakah Gigitan Lintah Berbahaya?

Kita
Perubahan Iklim Perburuk Penyebaran Penyakit Menular pada Manusia

Perubahan Iklim Perburuk Penyebaran Penyakit Menular pada Manusia

Oh Begitu
Vaksin Baru Covid-19 Diklaim Bisa Lawan Dua Varian Virus Corona, Disetujui di Inggris

Vaksin Baru Covid-19 Diklaim Bisa Lawan Dua Varian Virus Corona, Disetujui di Inggris

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Belalang Bisa Mencium Sel Kanker Manusia | Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur | Ancaman Jakarta Tenggelam

[POPULER SAINS] Belalang Bisa Mencium Sel Kanker Manusia | Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur | Ancaman Jakarta Tenggelam

Oh Begitu
Setelah Peristiwa Jatuhnya Roket China di Indonesia

Setelah Peristiwa Jatuhnya Roket China di Indonesia

Fenomena
Cara Mencegah Tomcat Masuk Rumah Menurut Pakar

Cara Mencegah Tomcat Masuk Rumah Menurut Pakar

Oh Begitu
Status Konservasi Monyet Ekor Panjang Terancam Berbahaya Risiko Kepunahan

Status Konservasi Monyet Ekor Panjang Terancam Berbahaya Risiko Kepunahan

Oh Begitu
Ikan Channa Maru, Ikan Gabus Predator Primitif Bercorak Indah

Ikan Channa Maru, Ikan Gabus Predator Primitif Bercorak Indah

Fenomena
Berencana Bikin Bangunan di Luar Angkasa, Ahli Kembangkan Semen Khusus

Berencana Bikin Bangunan di Luar Angkasa, Ahli Kembangkan Semen Khusus

Oh Begitu
Pertama Kalinya, Infeksi Cacar Monyet Ditemukan pada Anjing di Perancis

Pertama Kalinya, Infeksi Cacar Monyet Ditemukan pada Anjing di Perancis

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.