Naik 14 Persen, Telkom Raup Laba Bersih Rp 22,1 Triliun - Kompas.com

Naik 14 Persen, Telkom Raup Laba Bersih Rp 22,1 Triliun

Kompas.com - 15/03/2018, 20:40 WIB
Menkominfo Rudiantara (tengah, pakai batik kuning) dan Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Alex Sinaga (kiri Rudiantara) saat menyelenggarakan konferensi pers mengenai pemulihan layanan akibat terganggunya satelit Telkom 1, di Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Rabu (30/8/2017).Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Menkominfo Rudiantara (tengah, pakai batik kuning) dan Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Alex Sinaga (kiri Rudiantara) saat menyelenggarakan konferensi pers mengenai pemulihan layanan akibat terganggunya satelit Telkom 1, di Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Rabu (30/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) meraup laba bersih Rp 22,1 triliun pada tahun 2017. Jumlah ini naik 14,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Adapun pendapatan Telkom tumbuh 10,2 persen menjadi Rp 128,3 triliun dan EBITDA meningkat 8,6 persen  menjadi Rp 64,6 triliun.

Pertumbuhan pendapatan emiten berkode TLKM ini terutama didukung oleh pendapatan dari segmen Data, Internet & IT Service yang tumbuh sebesar 28,7 persen. Segmen ini berkontribusi sebesar 43,2 persen terhadap total pendapatan perusahaan.

“Kontribusi pendapatan Data, Internet & IT Service yang semakin besar menunjukkan Perseroan sudah berjalan pada jalur yang tepat untuk menjadi Digital Telecommunication Company,” sebut Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (15/3/2018).

Baca juga: Telkom Terdepak dari 3 Besar Kapitalisasi Pasar Tertinggi di BEI

Menurut dia, pertumbuhan layanan Data, Internet & IT Service tersebut meningkat seiring dengan semakin tingginya penggunaan smartphone, bertambahnya pelanggan IndiHome, dan meningkatnya layanan ICT Solution untuk pelanggan korporasi.

Sementara itu beban operasional dan pemeliharaan meningkat sebesar 17,1 persen seiring dengan pembangunan infrastruktur broadband yang agresif di segmen backbone, mobile, dan fixedline.

Adapun anak usaha Telkom, yakni Telkomsel tercatat meraih pendapatan Rp 93,2 triliun naik 7,5 persen dibandingkan tahun 2016.   Pertumbuhan Telkomsel ini didukung oleh bisnis digital yang meningkat sebesar 28,7 persen seiring dengan semakin tingginya pengguna smartphone dan meningkatnya konsumsi data pelanggan Telkomsel.

Pendapatan tersebut didominasi oleh bisnis data dan dan layanan digital. Hingga akhir 2017, Telkomsel mempunyai 196,3 juta pelanggan. 

Sementara pada bisnis fixedline, Telkom terus mengembangkan layanan fixed broadband IndiHome.  Pada akhir 2017 pelanggan Indihome mencapai hampir 3 juta, melonjak 82,6 persen dibanding tahun sebelumnya. IndiHome mencatatkan pendapatan Rp 8,2 triliun, naik 48,1 persen dibanding tahun 2016.

Kinerja Telkom juga didukung oleh segmen bisnis Enterprise yang mencatatkan pendapatan Rp 19,1 triliun tumbuh sebesar 21 persen.  Bisnis di segmen Enterprise ini diharapkan akan terus berkembang seiring dengan peningkatan tren digitalisasi korporasi, instansi-instansi pemerintahan, dan UKM di Indonesia.

Adapun dari sisi infrastruktur, untuk melengkapi sistem jaringan kabel laut Indonesia-Timur Tengah-Eropa Barat (SEA-ME-WE5) dan Indonesia-Amerika Serikat (SEA-US), Telkom juga sedang membangun kabel laut Indonesia Global Gateway (IGG) dari Dumai ke Manado yang akan menghubungkan SEA-ME-WE5 dan SEA-US yang diharapkan dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2018 ini.

Saat ini Telkom juga dalam proses membangun Satelit Telkom-4 yang progressnya telah mencapai 75 persen dan diharapkan dapat meluncur pada pertengahan tahun 2018.

“Pembangunan kabel laut Indonesia Global Gateway (IGG) dari Dumai ke Manado yang akan menghubungkan kabel laut SEA-ME-WE5 dan SEA-US akan memperkuat jaringan Telkom untuk menjadikan Telkom sebagai global digital hub,” sebut Alex.



Close Ads X