Kompas.com - 15/03/2018, 20:06 WIB
- youtube-

JAKARTA, KOMPAS.com — Peneliti Pusat Penelitian Fisika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Yuliati Herbani sedang dalam proses mengoptimasi konjugasi kurkumin yang terkandung dalam kunyit pada nanopartikel emas.

Proses ini membutuhkan waktu sekitar dua tahun. Dengan bantuan salutan cyclodextrin, ia melekatkan kurkumin ke permukaan emas tersebut.

Penelitian yang tengah ia garap ini untuk merumuskan terapi alternatif mengobati kanker.

Judul penelitiannya yakni Sintesis Nanopartikel Kurkumin-Emas dengan Teknik Ablasi Laser Femtosekon dan Studi Bioaktivitas Cytotoxic pada Sel Kanker. Berkat penelitian tersebut, ia meraih penghargaan L’OREAL-UNESCO For Women in Science National Fellowship Awards 2017 kategori Engineering Sciences.

“Tujuannya untuk membuat obat antikanker yang lebih efisien dengan terapi PDT, photodynamic therapy. Nanopartikel emas sudah lama dipakai untuk PDT,” ujarnya dalam acara peringatan Hari Perempuan Internasional yang digelar LIPI pada Kamis (8/3/2018) di Jakarta.

Bentuk nanopartikel emas yang dipilih yakni kubus kopong tidak pejal. Itu dipilih sebab dinilai lebih efektif mengobati kanker daripada yang bentuknya bola pejal.

Untuk mengawinkan kurkumin dengan nanopartikel emas, peneliti LIPI menggunakan teknik ablasi laser.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Benarkah Pasien Kanker Pantang Makan Daging dan Ikan?

Permukaan pelat emas murni yang dimasukkan ke larutan kurkumin dan cyclodextrin disorot laser. Pelat emas akan terpecah dan berubah menjadi nanopartikel emas. Nanopartikel emas lantas akan bercampur dengan kurkumin dan cyclodextrin di dalam larutan.

“Nanti larutannya hanya berwarna merah dari nanopartikel emas. Warna kuning dari kurkumin hilang,” ujar Yuliati.

Yuliati menggabungkan kurkumin pada kunyit dengan nanopartikel emas untuk mendapatkan efek ganda saat mengobati kanker.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswi SMA Jadi Korban Video Asusila Revenge Porn, Ini Saran Psikolog

Siswi SMA Jadi Korban Video Asusila Revenge Porn, Ini Saran Psikolog

Kita
Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Oh Begitu
Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Oh Begitu
Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Fenomena
4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Oh Begitu
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

Oh Begitu
Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.