Kompas.com - 14/03/2018, 19:34 WIB

"Saat orang bertanya apakah Tuhan menciptakan alam semesta, saya mengatakan bahwa pertanyaan itu tak masuk akal. Waktu tak eksis sebelum Big Bang, jadi tak ada waktu bagi Tuhan untuk menciptakan semesta," katanya.

Hawking memang selama ini dikenal sebagai ateis. Hal inilah yang mendasarinya menuliskan pendapatnya tentang Tuhan dan alam semesta pada bukunya yang berjudul The Grand Design pada 2010.

"Tidak perlu meminta Tuhan bertindak dan mengatur alam semesta," tulisnya.

Baca juga: 11 Kutipan Stephen Hawking soal Lubang Hitam, Semesta, dan Kematian

Hidup dan Mati

Seperti yang kita tahu, Hawking menderita ALS sejak usianya 21 tahun. Saat itu, bahkan, ia didiagnosis hanya bisa bertahan selama dua tahun saja.

Penyakitnya ini membuatnya punya beberapa pemikiran tentang hidup dan mati. Salah satu yang terkenal adalah hasil wawancara New York Times pada 2004.

"Harapan saya berkurang menjadi nol saat saya berusia 21. Semua sejak saat itu menjadi bonus," katanya.

Selain itu, dalam wawancaranya dengan The Guardian pada 2011, Hawking juga menjelaskan bahwa ia tidak takut mati.

"Saya telah hidup dengan prospek kematian dini selama 49 tahun terakhir, saya tidak takut mati, tapi saya tidak terburu-buru untuk mati, saya memiliki banyak hal yang ingin dilakukan lebih dulu," ujarnya.

Akses Gratis Tesis

Pada Oktober 2017 lalu, tesis doktoral milik Hawking bisa diakses secara online. Penelitian berjudul "Properties of Expanding Universes" ini dapat diakses dan diunduh secara gratis oleh siapa saja melalui perpustakaan digital milik Universitas Cambridge.

Hal ini menyusul pendapat Hawking bahwa setiap orang di belahan bumi mana pun akan mendapatkan akses tanpa batas untuk memahami penelitiannya secara komprehensif.

"Dengan membuat tesis bisa diakses secara terbuka, saya berharap bisa menginspirasi semua orang di dunia untuk melihat ke arah bintang-bintang (atas) bukan menunduk ke kaki mereka (bawah) agar memiliki rasa penasaran tentang semesta dan mencoba memahami tentang kosmos," ujar Hawking.

Baca juga: Ungkapan Duka Tokoh Dunia Mengantar Kepergian Stephen Hawking

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.