Kompas.com - 13/03/2018, 07:06 WIB

KOMPAS.com – Dalam sebuah video yang diunggah akun Youtube StarTalk, astrofisikawan Neil deGrasse Tyson kembali membahas mengapa bumi kita ini bulat dan tidak datar seperti yang dipercaya sebagian orang.

Dilansir dari Space.com, Sabtu (10/3/2018), Tyson mengatakan, apa yang aneh bagiku adalah orang-orang ini percaya bahwa bumi datar, tetapi menyadari bahwa bulan bulat. Merkuri, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan matahari bulat. Tapi bumi datar... Ada yang aneh di sini.

Dia lalu menjelaskan bahwa berdasarkan hukum fisika dan cara kerja energi, alam semesta “lebih suka bentuk bulat” ketika membentuk planet dan benda-benda lainnya. Terkadang, bentuk ini bisa sedikit berubah karena benda tersebut berputar dengan sangat cepat, tetapi mayoritas benda berbentuk bulat atau hampir bulat.

Baca juga : Bagaimana Kita Bisa Tahu Bumi Itu Bulat atau Datar?

Perkecualiannya mungkin asteroid yang bentuknya sering kali tidak beraturan. Akan tetapi, hal itu disebabkan oleh rendahnya gravitasi mereka. Saking rendahnya, asteroid tidak bisa menarik massa di sekitarnya menjadi bulat.

Selain itu, bukti lain yang mendukung bahwa bumi bulat adalah fenomena gerhana bulan, yaitu ketika bulan lewat di depan bayangan bumi dan berlawanan dengan matahari.

Jika bumi memang datar, kata Tyson, Anda seharusnya bisa melihat bayangan sisi datarnya di bulan. Namun, itu tidak pernah terjadi dan bayangannya selalu bundar sempurna. Artinya, bumi kita bulat.

Baca juga : Bagaimana Akademisi dan Al Quran Memandang soal Bumi Datar?

Tyson kemudian memberikan contoh lain, yakni kapal yang berlayar menuju ufuk. Jika bumi berbentuk datar, kita akan selalu bisa melihat kapal dari kejauhan walaupun berukuran kecil. Namun, nyatanya kapal perlahan-lahan menghilang, dimulai dari bagian bawahnya. Ini terjadi karena bumi berbentuk bulat.

Dengan banyaknya bukti-bukti bumi bulat, termasuk yang dijelaskan di atas; tentu sangat mengherankan kenapa masih ada orang yang percaya bahwa bumi berbentuk datar. Menurut Tyson, hal ini adalah bukti dari sistem edukasi yang gagal.

“Sistem kita perlu melatih Anda tidak hanya mengenai apa yang harus diketahui, tetapi juga cara memproses informasi, pengetahuan, dan bukti. Jika kita tidak punya latihan semacam itu, Anda akan bisa mempercayai segalanya,” ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
Kapan Orangtua Perlu Waspada terhadap Cerebral Palsy?

Kapan Orangtua Perlu Waspada terhadap Cerebral Palsy?

Kita
Studi Sebut Manusia Tanam Pohon Zaitun Pertama Kali 7.000 Tahun Lalu

Studi Sebut Manusia Tanam Pohon Zaitun Pertama Kali 7.000 Tahun Lalu

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.