Kompas.com - 05/03/2018, 19:33 WIB
Macrobiotus shoanicus D. Stec et al., 2018Macrobiotus shoanicus

KOMPAS.com -- Tardigrada mungkin adalah hewan paling luar biasa di bumi ini. Walaupun bertubuh mikroskopis, makhluk ini hampir tidak dapat dihancurkan, bahkan di luar angkasa sekalipun.

Baru-baru ini, seorang peneliti Jepang Kazuharu Arakawa dari Universitas Keio menemukan spesies baru hewan abadi ini.

Arakawa yang menyewa sebuah apartemen di kota Tsuruoka mengambil beberapa sampel lumut dari lapangan parkir gedung tersebut untuk mengamati tardigrada.

Perlu diketahui, tardigrada memang biasanya hidup di lumut dan sampah-sampah daun.

Baca juga : Inilah Hewan yang Akan Ada di Bumi sampai Kiamat

Pengamatan di laboratorium kemudian menunjukkan adanya 10 metazoan hidup di dalam sampel yang diambil oleh Arakawa. Mereka kemudian dipisahkan dan dipindahkan ke kultur menjadi lima pasang.

Hasilnya yang kemudian dikonfirmasikan oleh analisis genomik menunjukkan bahwa salah satu dari kelima pasangan adalah spesies tardigrada baru, yakni Macrobiotus shoanicus. Temuan ini sekaligus menjadi spesies tardigrada ke-168 yang diidentifikasikan di Jepang.

Daniel Stec et al Telur M. shonaicus

Berdasarkan bentuk telurnya yang memiliki permukaan padat dan filamen yang fleksibel, M shoanicus tergolong dalam kelompok Macrobiotus hufelandi. Seperti Macrobiotus lainnya, M shoanicus juga karnivora dan memakan rotifer.

Baca juga : Makhluk Ini Akan Mendahului Manusia ke Ruang Antarbintang

Namun, yang membuat M shoanicus unik adalah kelaminnya. Diwawancarai oleh Science Alert, Rabu (28/2/2018), Arakawa berkata bahwa spesies ini memiliki dua jenis kelamin, sementara kebanyakan tardigrada yang bisa dikembangkan di laboratorium parthenogenetik atau bisa bereproduksi sendiri tanpa pejantan.

“Jadi ini model yang sangat ideal untuk mempelajari reproduksi dan perilaku seksual tardigrada,” ujarnya.

Penemuan ini telah dipublikasikan dalam PLOS One.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Pap Smear, Prosedur untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Mengenal Pap Smear, Prosedur untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Kita
Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Oh Begitu
Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Oh Begitu
Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Oh Begitu
Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Fenomena
Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Oh Begitu
Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Oh Begitu
Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Oh Begitu
Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Fenomena
Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Oh Begitu
NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Fenomena
Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

Oh Begitu
Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.