Kompas.com - 03/03/2018, 17:00 WIB

Namun saat detik-detik ular tersebut memuntahkan buruannya, ternyata kepala rusa itu sudah dicerna. Sedangkan tubuh rusa masih belum dicerna.

Bukti yang didapatkan ini menegaskan bahwa ular piton Burma menjadi "predator puncak baru".

Baca juga: 7 Kasus Piton Melawan Hewan Besar dan Manusia Sepanjang 2017

Menurut laporan CBS, Kamis (01/03/2018), jenis ular ini bertanggung jawab atas penurunan 90 persen populasi mamalia kecil di daerah tersebut.

Bartozek menjelaskan, ular piton itu adalah produk dari perdagangan hewan peliharaan. Tapi kini, hewan melata itu menimbulkan malapetaka pada populasi satwa liar setempat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.