Kompas.com - 26/02/2018, 08:06 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

KOMPAS.com -- Stroke adalah penyakit dengan tingkat mortalitas yang cukup tinggi. Pada tahun 2014, 23 persen penyebab kematian di Indonesia adalah stroke. Angka ini mengalahkan jantung, infeksi saluran pernapasan, dan diabetes.

Diungkapkan oleh Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional dr Mursyid Bustami, SpS (K), KIC, MARS di acara peluncuran "Strike Back at Stroke" di Neo Soho, Sabtu (24/2/2018), sebanyak 13 persen dari kasus stroke karena pembuluh darah tersumbat (iskemik) berakhir dengan kematian.

Proporsi ini meningkat menjadi 25-30 persen pada kasus stroke karena pembuluh darah yang pecah (hemoragik).

Angka mortalitas yang tinggi ini, kata dr Mursyid, karena stroke adalah penyakit yang muncul secara mendadak dan tidak memiliki pertolongan pertama.

Baca juga : Ilmuwan Kembangkan Cara Atasi Kerusakan Otak Penderita Stroke

Dalam waktu periode emas yang hanya 4,5 jam, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit untuk ditangani ahli dan dihancurkan penyumbatannya. Bila tidak, kerusakan pada bagian otak akan menjadi semakin banyak karena tidak mendapat nutrisi dan oksigen.

Oleh karena itu, Indonesia Stroke Society, RS PON, PT Kalbe Farma Tbk, Central Park, dan Soho Mall ingin mengajak masyarakat untuk secara aktif mencegah terjadinya stroke sebelum terlambat dengan kampanye "Strike Back at Stroke".

“Stroke ini muara dari berbagai kelainan. Sebenarnya, sudah ada faktor risiko yang menjadi stroke. Jadi pengendalian faktor risiko ini penting,” ujar Mursyid.

Baca juga : Bagaimana Stroke Bisa Mengubah Sifat Seseorang?

Mursyid berkata bahwa memang ada faktor risiko yang tidak bisa diubah, seperti usia yang membuat pembuluh darah semakin lama semakin tebal.

Akan tetapi, faktor risiko lain, seperti darah tinggi atau hipertensi, diabetes, kekentalan darah, penyakit gangguan irama jantung, kolesterol, alkohol, merokok, dan kurang olahraga bisa dikendalikan untuk mengurangi kemungkinan terkena stroke.

“Kedua, lifestyle diubah,” kata Mursyid lagi. Dia menyarankan untuk olahraga setidaknya 150 menit dalam seminggu, mengonsumsi makanan sehat, mengurangi stres, dan cukup beristirahat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.