Kelelawar Drakula Pengisap Darah, Bagaimana Bisa Hidup di Muka Bumi?

Kompas.com - 23/02/2018, 20:17 WIB
Kelelawar drakula - BBCKelelawar drakula - BBC Kelelawar drakula - BBC

Kelawa

KOMPAS.comKelelawar drakula yang hanya makan darah memang menyeramkan. Namun, adaptasi dan evolusinya ternyata mengagumkan.

Penelitian menunjukkan, DNA dan mikrobioma (mikroba yang bersimbiosis dalam tubuh) kelelawar menyesuaikan dengan pola makan.

Hal ini menjadikan kelelawar drakula berbeda dengan kelelawar jenis lain yang umumnya hanya makan sari bunga, buah, dan serangga.

Sebenarnya, ukuran genom kelelawar drakula mirip dengan kelelawar lainnya, tetapi genom itu mempunyai banyak " gen lompat", gen yang menurut ilmuwan tidak pada posisi seharusnya.

Perubahan itu memengaruhi kekebalan tubuh, pertahanan virus, dan metabolisme lemak dan vitamin. Hal ini memainkan peran kunci dalam evolusi pola makan pada kelelawar drakula.

Jenis-jenis mikrobioma pada kelelawar drakula juga jauh berbeda dengan kelelawar umumnya dan itu memengaruhi kekebalan tubuh.

Baca Juga: Kelelawar Berkepala Dua Ditemukan di Hutan Brasil

"Adaptasi terhadap makanan khusus sering kali memerlukan modifikasi pada tingkat genomik dan mikrobioma," tulis peneliti di jurnal Nature Ecology and Evolution.

Menurut peneliti, ada 280 jenis bakteri di dalam kotoran kelelawar drakula ini yang cukup membahayakan kesehatan manusia. 

"Ada proses evolusi yang menunjukkan keterkaitan antara jenis mikroba di dalam usus dengan perilaku mengisap darah hewan ini," kata Dr Marie Zepeda Mendoza dari Universitas Kopenhagen di Denmark, dikutip dari BBC, Senin (19/2/2018).

Adaptasi itu diperlukan sebab saat mengonsumsi darah, kelelawar drakula sebenarnya harus mencerna makanan yang proteinnya mencapai 93 persen.

Di sisi lain, kelelawar drakula harus cukup tangguh untuk melawan beragam kuman dan virus yang hidup dalam darah hewan yang diisapnya.

Kelelawar drakula (Desmodus rotundus) adalah satu dari tiga mamalia yang makan darah. Hewan ini berburu mangsanya berupa hewan ternak dan terkadang manusia pada malam hari.

Giginya yang tajam membuat sayatan di dekat arteri, lalu menjilat darah yang menetes keluar.

Mendoza mengatakan, kelelawar tersebut unik dan kehidupannya sangat kacau. "Saya biasanya menyebut mereka 'makhluk kacau'," katanya.

Baca Juga: Virus Flu Baru Ditemukan pada Kelelawar

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X