Kompas.com - 23/02/2018, 19:05 WIB

KOMPAS.com -- Arieska Ann Soenarta, dokter sekaligus pakar hipertensi menyatakan bahwa penderita hipertensi harus mulai membatasi asupan garam ke tubuh. Pasalnya, garam merupakan faktor lingkungan penyebab timbulnya hipertensi.

Garam yang diserap tubuh akan berdampak buruk pada sel otot polos dan sel otot jantung, kata Ann saat ditemui dalam acara konferensi 12th Scientific Meeting of Indonesian Society of Hypertension (InaSH) pada Kamis (22/2/2018) di Jakarta.

Asupan garam yang tidak terkendali membuat sel-sel otot polos dan sel-sel otot jantung membesar. Selain itu, fungsi endotel akan kacau. Pembuluh darah pun mengalami ketegangan karena peningkatan kolagen dan serat-serat elastin di pembuluh darah. Eksresi albumin turut bertambah.

“Makan garam membuat garam dalam tubuh meningkat, lalu terjadi proses osmolalitas. Akibatnya, seseorang menjadi haus dan volume cairan ekstrasel meningkat yang berdampak ke tekanan darah meningkat. Makin tinggi RAS,” ujar Ann.

Baca juga : Berapa Kenaikan Berat Badan yang Baik agar Ibu Hamil Tidak Hipertensi?

RAS merupakan sistem renin-angiostenin, sebuah sistem yang mengelola tekanan darah dan cairan keseimbangan dalam tubuh.

Ann menekankan, garam yang dimaksud bukan hanya sodium melainkan semua yang mengandung natrium (Na), termasuk vetsin, soda kue, dan pengawet.

Takaran garam per hari bagi individu normal yang disarankan Ann adalah 5 gram. Kalau dikira-kira, sekitar kurang dari satu sendok teh.

Berdasarkan  penelitian DASH-Sodium Collaborative Research Group yang diterbitkan The New England Journal Medical pada 2001, menjalankan diet garam dengan hanya mengonsumsi 3 gram garam per hari mampu menurunkan tekanan darah antara 7 mmHg- 9 mmHg.  

Ann menganjurkan penderita hipertensi berat untuk menjalani diet garam I, yakni hanya boleh membubuhkan garam sebanyak 200-400 miligram garam. Sementara itu, penderita hipertensi sedang disarankan menyuplai tubuh dengan garam sebanyak 600-800 miligram Na saja.

Baca juga : Hipertensi Tak Terkontrol Berisiko Pikun di Usia Senja

Bagi pasien hipertensi ringan diminta untuk mengontrol konsumsi garam sebanyak 1000-1200 miligram garam atau setara dengan satu sendok teh sehari.

Diet garam, kata Ann juga telah dibuktikan lewat  penelitian yang dilakukan He FJ dan Mac Gregor GA yang dirilis Cochrane Database of Syst Rev pada tahun 2004. Penelitian yang melibatkan 802 sampel pasien hipertensi dengan 20 kali percobaan ini menghasilkan temuan penurunan tekanan darah.

Para responden diminta mengonsumsi garam hanya antara 3,25 gram sampai 7,2 gram per hari dari yang biasanya sebanyak 7 hingga 11 gram per hari. Hasilnya, tekanan darah berkurang hingga 5,1/2,7 mmHg.

“Penderita hipertensi juga harus mengimbangi dengan konsumsi biji-bijian, buah, sayur, susu rendah lemak adequate, rendah daging merah dan minuman manis. Makanan mengandung lemak jenuh dan trans harus dihindari,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.