Kompas.com - 21/02/2018, 10:07 WIB

Meski begitu, Hensch juga menegaskan bahwa perlu kehati-hatian saat harus "mengotak-atik" kemampuan otak.

"Kita harus mempertimbangkan bahwa otak telah terbentuk dengan baik pada saat dewasa dan telah melewati masa kritisnya sendiri. Titik awalnya sangat berbeda," kata Hensch.

Meski dua temuan tersebut memberikan harapan besar bagi penderita stroke, tapi pendapat berbeda diungkapkan oleh Nick Ward, seorang profesor neurologi klinis dan neurorehabilitasi di University College London.

Baca juga: Bagaimana Stroke Bisa Mengubah Sifat Seseorang?

Menurut Ward, orang dewasa yang sembuh dari stroke tidak dapat menggunakan bagian otak mereka yang lain untuk mengambil alih tugas.

"Pasien stroke yang telah pulih dengan baik cebderung memiliki pola aktivitas berbeda dibanding orang sehat. Bagian lain dari jaringan bahasa dapat digubakan untuk mendukung pemulihan bahasa," kata Ward.

Ward juga mencatat, diperkirakan dari model hewan, bahwa stroke itu sendiri dapat meningkatkan plastisitas otak pada orang dewasa selama beberapa bulan. Ini berarti, rehabilitasi dan pelatihan tepat waktu adalah kunci.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.