Kompas.com - 19/02/2018, 19:17 WIB
Ilustrasi kehidupan 700.000 tahun lalu di Etiopia Ilustrasi kehidupan 700.000 tahun lalu di Etiopia

KOMPAS.com - Menemukan jejak kaki sepertinya bukan hal yang spesial. Tapi bagaimana jika jejak kaki yang ditemukan berusia sekitar 700.000 tahun?

Jejak kaki tersebutlah yang ditemukan oleh para arkeolog di sebuah situs di Etiopia.

Situs Melka Kunture dulunya dihuni oleh sekelompok orang dewasa dan anak-anak (diperkirakan berusia satu tahun). Kelompok tersebut termasuk manusia pra-sejarah yang disebut Homo heidelbergensis.

Penduduk situs tersebut meninggalkan jejak kaki di pinggiran sungai yang berlumpur. Uniknya, jejak kaki ini terawetkan oleh lapisan abu vulkanik hingga saat ini.

Jejak tersebut mengungkap pola asuh anak dan gaya hidupnya sekitar 700.000 tahun lalu.

Baca juga: Jejak Kaki Dinosaurus yang Menguasai Zaman Jura Ditemukan di Afrika

Jauh berbeda dengan pola pengasuhan sekarang yang overprotective, para ilmuwan menyebut, penemuan mereka mengungkapkan sebuah komunitas di mana anak-anak berpartisipasi pada kegiatan yang berpotensi bahaya dan tanpa pengawasan orang dewasa.

"Seluruh permukaan (jejak kaki) dipenuhi dengan serpihan batu dan peralatan, serta sisa dari bangkai kuda nil yang disembelih, sangat jelas ada banyak aktivitas di sana" ungkap Profesor Matthew Bennett, seorang ahli jejak kaki kuno di Bournemouth University, Inggris dikutip dari The Independent, Kamis (15/02/2018).

"Jelas anggota kelompok dewasa mulai melakukan aktivitas normal, menciptakan alat bantu untuk mengolah bangkai hewan yang mereka buru atau temukan," imbuhnya.

Selain itu, Profesor Bennet juga menjelaskan peran penting dari jejak kaki tersebut bagi pengetahuan. Peran penting yang dimaksud adalah salah satu cara untuk mempelajari moyang manusia, karena baik modern atau purba, jejak kai tersebut tetap milik manusia.

"Beberapa temuan awal hominin (manusia purba) adalah anak-anak, jadi beberapa pemahaman kita tentang nenek moyang paling awal didasarkan pada kerangka anak-anak, tapi itu tidak mengungkapkan apapun tentang perilaku," ujar Profesor Bennet.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Pap Smear, Prosedur untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Mengenal Pap Smear, Prosedur untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Kita
Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Oh Begitu
Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Oh Begitu
Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Oh Begitu
Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Fenomena
Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Oh Begitu
Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Oh Begitu
Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Oh Begitu
Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Fenomena
Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Oh Begitu
NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Fenomena
Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

Oh Begitu
Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.