Kompas.com - 16/02/2018, 20:45 WIB

KOMPAS.com -- Abdul Kadir, Direktur Utama Rumah Sakit (RS) Kanker Dharmais berkata bahwa kanker adalah penyebab kematian kedua di dunia. Anak-anak pun menjadi korban keganasan penyakit paling membunuh selain penyakit jantung ini.

“Setiap tahun, di dunia, terdapat 175.000 anak yang menderita kanker. Dari jumlah tersebut, diperkirakan 90.000 di antaranya harus berujung pada kematian,” ujar Abdul yang ditemui dalam acara Peringatan Hari Kanker Anak Internasional di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, pada Kamis (15/2/2018).

Anak yang meninggal karena kanker dari keseluruhan anak pengidap kanker mencapai 50 hingga 60 persen. Menurut Abdul, ini merupakan  persentase yang cukup tinggi dan patut disayangkan.

Abdul mengatakan, tingkat kematian anak karena kanker di dunia maupun Indonesia cukup tinggi lantaran anak terlambat didiagnosis terkena kanker. Biasanya, anak baru ketahuan terkena kanker ketika sudah memasuki stadium lanjut. Pengobatan yang diberikan pun lebih kompleks dan sulit. Akibatnya, survival rate atau tingkat harapan hidup menjadi rendah.

“Orangtua tidak punya pengetahuan tentang gejala kanker pada anak. Kanker sudah telanjur parah dan menjalar ke bagian tubuh lain,” ujar Abdul.

Baca juga : Untuk Semua Orangtua, Kenali Gejala Kanker yang Umum Menyerang Anak

Kesadaran dan edukasi para orangtua tentang gejala kanker pada anak harus mulai ditingkatkan. Pasalnya, tanpa peran dari orangtua, kanker pada anak sulit dideteksi. Perilaku anak yang susah diprediksi turut menyulitkan deteksi kanker. Anak cenderung akan lapor ke orangtua ketika sakit yang dia rasakan sudah begitu mengganggu, kata Abdul.

“Ini berkaitan karena anak masih sulit untuk mengomunikasikan sakit yang dia rasakan. Mereka belum mampu menyampaikan secara jelas keluhan tentang keanehan pada tubuh mereka,” ujar Abdul.

Abdul menuturkan, pihak RS Kanker Dharmais mencatat, sebanyak 300.000 anak teridentifikasi terserang kanker setiap tahunnya. Data Riskesdas juga menyebutkan, prevalensi kanker anak di Indonesia mencapai 5 orang per 100.000 penduduk atau sekitar 16.291 anak.

Lantas, Abdul menganjurkan para orangtua untuk lebih peka terhadap perubahan yang ada pada tubuh anaknya. Mengingat deteksi kanker pada anak masih belum bisa dilakukan, orangtua perlu mengonfirmasikan ke dokter tentang kecurigaan kanker pada anak.

“Penyebab kanker pada anak belum bisa dijelaskan secara akademis. Sementara, diduga ada empat faktor, yakni genetik, lingkungan, infeksi, dan radiasi. Untuk mencegah kanker pada anak, bisa jadi lewat menerapkan gaya hidup sehat,” ujar Abdul.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wahana Antariksa Voyager 1 Kirim Data Misterius, Bikin Ilmuwan Bingung

Wahana Antariksa Voyager 1 Kirim Data Misterius, Bikin Ilmuwan Bingung

Oh Begitu
Studi: Lumba-lumba Gunakan Terumbu Karang untuk Obati Penyakit Kulit

Studi: Lumba-lumba Gunakan Terumbu Karang untuk Obati Penyakit Kulit

Oh Begitu
WHO Laporkan Cacar Monyet Sudah Teridentifikasi di 12 Negara, Mana Saja?

WHO Laporkan Cacar Monyet Sudah Teridentifikasi di 12 Negara, Mana Saja?

Kita
Temuan Batu Alien di Mesir, Peneliti Sebut Berasal dari Supernova Langka

Temuan Batu Alien di Mesir, Peneliti Sebut Berasal dari Supernova Langka

Oh Begitu
Asteroid Sebesar Empat Kali Gedung Empire State Melesat ke Arah Bumi pada 27 Mei 2022

Asteroid Sebesar Empat Kali Gedung Empire State Melesat ke Arah Bumi pada 27 Mei 2022

Fenomena
5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

Oh Begitu
Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Oh Begitu
Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Oh Begitu
Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Fenomena
CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Kita
5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

Kita
6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

Kita
5 Kebiasaan Makan yang Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

5 Kebiasaan Makan yang Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

Kita
Daur Ulang Limbah Kayu Hasilkan Material Lebih Kuat dari Baja

Daur Ulang Limbah Kayu Hasilkan Material Lebih Kuat dari Baja

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.