Kompas.com - 14/02/2018, 20:30 WIB

KOMPAS.com - Kanker, terutama kanker paru, merupakan salah satu penyakit yang hingga kini menjadi momok bagi banyak orang. Bahkan, hanya 15 persen penderita kanker paru yang mampu bertahan hidup hingga lima tahun sejak terdeteksi.

Di antara semua hal tentang kanker paru, yang paling menjadi sorotan adalah penyebabnya. Selama ini dikenal rokok sebagai salah satu faktor risiko utama kanker paru.

Namun, banyak orang yang tak merokok juga divonis menderita penyakit tersebut.

Pada kasus kanker paru yang diderita Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, misalnya. Sutopo menyebut bahwa selama ini dia tak merokok.

"Dokter bilang saya kanker paru-paru stadium 4 pertengan Januari lalu. Awalnya shock karena saya tidak merokok, genetic tidak ada dan makan sehat," kata Sutopo melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Senin (12/02/2018).

Baca juga: Selain Rokok, Ini Faktor Risiko Pemicu Kanker Paru

Lalu apa sebenarnya yang menjadi faktor risiko pemicu kanker paru?

Menurut Deputi British Lung Foundation, Stephen Spiro, kanker paru-paru selalu dihubungkan dengan merokok. Padahal sebelum kebiasaan merokok menyebar pada awal abad 20, penyakit ini kerap menimpa wanita bukan perokok.

Faktor Lingkungan

Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Elisna Syahruddin dari Departemen Pulmonologi dan Ilmu Respiratori, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia. Elisna menerangkan bahwa masih banyak faktor lain yang melatari seseorang mengidap kanker paru.

Dia menjelaskan, masyarakat yang bermukim di kawasan dengan tingkat polusi indoor maupun outdoor tinggi juga berpotensi besar menderita kanker paru.

Menurut Badan Perlindungan Lingkungan AS, gas radon adalah penyebab utama kanker paru pada bukan perokok.

Radon merupakan gas radioaktif yang tidak berwarna dan tidak berbau, yang terbentuk secara alami dari pembusukan elemen radioaktif seperti uranium.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cacar Monyet Ditemukan di Belasan Negara, WHO Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Cacar Monyet Ditemukan di Belasan Negara, WHO Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Kita
5 Makanan dan Minuman yang Buruk untuk Gigi

5 Makanan dan Minuman yang Buruk untuk Gigi

Oh Begitu
Peneliti Amerika Serikat Temukan Pengobatan Potensial Diabetes Tipe 1, Seperti Apa?

Peneliti Amerika Serikat Temukan Pengobatan Potensial Diabetes Tipe 1, Seperti Apa?

Oh Begitu
4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dengan Bersepeda

4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dengan Bersepeda

Kita
Wahana Antariksa Voyager 1 Kirim Data Misterius, Bikin Ilmuwan Bingung

Wahana Antariksa Voyager 1 Kirim Data Misterius, Bikin Ilmuwan Bingung

Oh Begitu
Studi: Lumba-lumba Gunakan Terumbu Karang untuk Obati Penyakit Kulit

Studi: Lumba-lumba Gunakan Terumbu Karang untuk Obati Penyakit Kulit

Oh Begitu
WHO Laporkan Cacar Monyet Sudah Teridentifikasi di 12 Negara, Mana Saja?

WHO Laporkan Cacar Monyet Sudah Teridentifikasi di 12 Negara, Mana Saja?

Kita
Temuan Batu Alien di Mesir, Peneliti Sebut Berasal dari Supernova Langka

Temuan Batu Alien di Mesir, Peneliti Sebut Berasal dari Supernova Langka

Oh Begitu
Asteroid Sebesar Empat Kali Gedung Empire State Melesat ke Arah Bumi pada 27 Mei 2022

Asteroid Sebesar Empat Kali Gedung Empire State Melesat ke Arah Bumi pada 27 Mei 2022

Fenomena
5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

Oh Begitu
Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Oh Begitu
Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Oh Begitu
Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Fenomena
CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.