Kompas.com - 10/02/2018, 19:35 WIB
Ilmuwan kembangkan telur manusia di laboratorium Ilmuwan kembangkan telur manusia di laboratorium

KOMPAS.com - Sel telur manusia biasanya berkembang di jaringan ovarium wanita. Tapi kali ini, para ilmuwan berhasil mengenmbangkan telur manusia di laboratorium.

Tak hanya pada tahap awal saja, telur manusia yang dikembangkan ini tumbuh hingga tahap matang penuh di laboratorium.

Temuan ini menjanjikan sebuah solusi bagi wanita yang mengalami ketidaksuburan. Terutama bagi pasien kanker yang terganggu kesuburannya.

Pasien kanker perempuan yang harus menerima kemoterapi biasanya mendapatkan efek ketidaksuburan. Bahkan, pasien anak-anak yang menerima kemoterapi biasanya tidak mengalami pubertas atau memproduksi sel telur matang.

Baca juga: Bagaimana Cara Sperma Berenang Menuju Sel Telur?

Bisa saja mereka mengambil sepotong kecil jaringan ovarium untuk nantinya ditanamkan kembali di tubuh. Sayangnya, metode ini cukup berisiko karena transplantasi bisa membawa kembali sel kanker.

"Ini bisa mengubah perawatan kesuburan yang kita ketahui selama ini," ungkap Mindy Christianson, ahli kesuburan di Johns Hopkins University dikutip dari National Geographic, Jumat (09/02/2018).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak hanya berguna untuk kesuburan wanita, temuan ini juga dipercaya sebagai kesempatan untuk mengeksplorasi bagaimana telur manusia berkembang. Hal tersebut hingga saat ini masih menjadi tanda tanya besar di dunia ilmu pengetahuan.

Perempuan dilahirkan dengan sel telur yang belum matang di indung telur mereka. Kemudian, mereka akan mengalami pubertas yang mebuat telur tersebut berkembang hingga matang.

Meski berhasil dikembangkan, telur ini belum dibuahi. Jika nantinya, telur ini berhasil dibuahi maka ini merupakan sebuah kemajuan besar dalam dunia ilmu pengetahuan.

"Sangat menyenangkan untuk mendapatkan bukti prinsipil bahwa sangat mungkin untuk mencapai tahap ini pada jaringan manusia," ungkap Profesor Evelyn Telfer, salah satu peneliti dikutip dari BBC, Jumat (09/02/2018).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertolongan Pertama yang Benar untuk Pasien Henti Jantung

Pertolongan Pertama yang Benar untuk Pasien Henti Jantung

Oh Begitu
3 Dosis Vaksin Covid-19 Tingkatkan Kekebalan Penerima Transplantasi Organ, Studi Jelaskan

3 Dosis Vaksin Covid-19 Tingkatkan Kekebalan Penerima Transplantasi Organ, Studi Jelaskan

Fenomena
Robot Ini Diluncurkan untuk Selidiki Kehidupan Misterius Laut Dalam

Robot Ini Diluncurkan untuk Selidiki Kehidupan Misterius Laut Dalam

Fenomena
T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

Fenomena
Banyak Anak Usia 0-18 Tahun di Indonesia Tertular Covid-19, Begini Saran IDAI

Banyak Anak Usia 0-18 Tahun di Indonesia Tertular Covid-19, Begini Saran IDAI

Oh Begitu
7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

Oh Begitu
Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Oh Begitu
5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

Kita
7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

Oh Begitu
Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Oh Begitu
Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Oh Begitu
Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Oh Begitu
4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

Kita
Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Oh Begitu
13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X